Kuasa Hukum Tafdil: Permohonan Kasra – Man Arfa ke MK Asumtif

oleh -0 views
Gedung Mahkamah Konstitusi
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia (RI). Foto : Ikram
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, JAKARTA – Gugatan Pilkada Kabupaten Bombana, Salawesi Tenggara (Sultra) yang diajukan oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Kasra Jaru Munara – Man Arfa (Kasra – Man Arfa) ke Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia (RI) dinilai hanya sebatas asumtif dan hanya mengada-ada.

Hal tersebut dikatakan kuasa hukum paslon nomor urut 2 H Tafdil – Johan Salim, Taufik Basari SH, Senin (10/4/2017) melalui via seluler.

“Kami sudah siap dengan bukti dan saksi-saksi yang akan menjelaskan bahwa permohonan pemohon tidak berdasar, tidak sesuai fakta, mengada-ada dan asumtif, ” ujar Taufik.

Menurut Taufik, beberapa poin permohonan pemohon yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi tidak sesuai fakta seperti yang dituduhkan, seperti adanya rekomendasi Pemungutan Suara Ulang (PSU), pencoblosan ganda dan pembukaan kotak suara.

“Mengenai rekomendasi PSU, KPU tetap punya kewenangan untuk mengkaji kebenaran fakta rekomendasi tersebut, dan ternyata setelah dikaji dugaan-dugaannya terbantahkan,” katanya.

Adanya pemilih yang memilih lebih dari satu kali, lanjut Taufik menjelaskan bahwa setelah dilakukan kroscek dugaan tersebut tidak benar.

“Contohnya begini, ada orang yang dituduhkan memilih ganda, namanya mirip namun tanggal lahir dan NIK nya berbeda. Semua itu asumsi dan setelah di cek itu tidak benar, ” jelasnya.

Soal pembukaan kotak suara, Taufik mengatakan faktanya itu cuma persoalan administratif dan ternyata ada berita acaranya serta tidak ada perbedaan hasil suara mulai dari perhitungan TPS hingga Kabupaten.

“Sehingga dengan temuan-temuan ini kami meyakini bahwa tidak ada alasan MK mengabulkan permohonan pemohon karena dalil-dalil pemohon mengada-ada dan asumtif,” nilainya.

Laporan : Azwirman

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •