Lagi, Oknum Premanisme Berulah di PT VDNI, Kali Ini Menimpa Seorang Advokat

oleh -114 views
Alfian Pradana Liambo (tengah)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Setelah sebelumnya, aksi oknum premanisme di kawasan pertambangan PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) menimpa perwakilan Komnas HAM RI yang hendak melakukan pertemuan dengan masyarakat namun batal akibat ulah oknum premanisme, kini oknum premanisme kembali berulah.

Kali ini yang menjadi korban tindakan oknum premanisme ialah seorang advokat muda, Alfian Pradana Liambo. Alfian (sapaan akrab Alfan Pradana Liambo, red) saat itu hendak melakukan advokasi atas kliennya, Aswan Habib yang mendapat PHK dari managemen PT VDNI.

“Kejadiannya Jumat (8/6) lalu, saya mendampingi kliennya saya untuk bertemu menagamen PT VDNI, saat pertemuan berlangsung tiba-tiba ada oknum kepolisian berpakaian preman yang mengatakan ruangan pertemuan tidak steril,” kata Alfian saat menggelar konfrensi pers, beberapa saat lalu.

Lanjut Alfian mengatakan alasan oknum tersebut mengatakan ruangan tidak steril hanya karena dirinya dan rekannya tidak mengisi buku tamu pada pos jaga, ketika keluar ruangan untuk mengisi buku tamu, Alfian mendapat perlakuan kekerasan dan intimidasi oleh oknum premanisme.

“Saya dipukul bagian belakang saat hendak mengisi buku tamu, saya tidak tahu apakah mereka (oknum preman) adalah sekurity atau bukan, yang jelas kalau sekurity pasti ada seragamnya paling tidak tanda pengenal, ini bahkan ada yang memakai penutup wajah agar tidak diketahui,” ujar Alfian.

Tidak berhenti disitu, ketika selesai mengisi buku tamu, dan Alfian masuk kembali ke ruang pertemuan, kliennya justru di kejar oleh oknum premanisme tersebut.

“Saat itu ada oknum polisi tersebut namun tidak berbuat apa-apa, terus kehadiran oknum polisi tersebut di situ sebagai apa, dan parahnya lagi ketika Kapolsek Bondoala datang, mereka (oknum preman) kabur, kalau toh memang sekurity kenapa mesti kabur,” jelasnya.

“Saat saya hendak naik ke mobil, saya diteriaki oleh beberapa orang yang mengancam agar saya jangan kembali lagi, ada juga yang teriak dengan kalimat ini kampung kami, jangan pecahkan piring kami,” ungkap Alfian.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •