Lembaga Survei PSI: Elektabilitas PAN Terjun Bebas, PDIP Meroket

oleh -91 views
Manager Riset Parameter Strategi Indonesia (PSI), Putri Andini.

ANOATIMES.ID, KENDARI – Lembaga Survei Parameter Strategi Indonesia (PSI) merilis hasil survei dua partai politik di Sultra yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Desember 2018 lalu. Hasilnya elektabilitas PAN terjun bebas dari partai pemenang pemilu 2014 lalu kini elektabilitasnya hanya 1,7 persen. Berbeda dengan PDIP yang pada 2014 berada di posisi ke enam (tanpa kursi di Senayan) justru elektabiltasnya meroket dan menjadi tertinggi hingga mencapai 17,8 persen.

Manajer Riset PSI, Putri Andini saat dikonfirmasi membenarkan hasil survei tersebut. Menurutnya, ada tiga faktor mengapa PDI Perjuangan unggul di Sultra saat ini, yaitu faktor Hj. Nirna Lachmuddin yang juga istri H. Ishak Ismail yang dikenal dengan anak lorongnya Kendari, faktor Ir Hugua sebagai mantan calon Wakil Gubernur Sultra, dan faktor Fajar Lase.

Baca Juga : PDIP Kendari Makin Optimis Hadapi Pileg dan Pilpres 2019

Lebih spesifik, Putri Andini menjelaskan kehadiran figur Hj Nirna Lachmudin menjadi magnet tersendiri bagi PDIP di Sultra. “Hasil survei kami, secara signifikan memberikan kontribusi ril terhadap elektoral PDI Perjuangan Sultra,” katanya.

Kemudian, faktor Ir Hugua kata Putri Andini juga ikut mengangakat elektabilitas PDIP dikarenakan Ir Hugua merupakan mantan Calon Wakil Gubenur Sultra. Investasi beliau di Pilgub lalu memberi dampak positif terhadap elektoral PDI Perjuangan. Untuk di wilayah kepulauan terutama di wakatobi, Hugua secara konsisten memberi warna tersendiri bagi PDI Perjuangan,” tuturnya.

Kemudian faktor Fajar Lase dinilai mendompleng elektabilitas PDIP di Sultra melalui atribut ruang publik hingga kegiatan blusukan yang ia lakukan. “Walaupun memang Fajar Lase asli Sumatera, tapi ia sudah memberi kontribusi nyata terhadap elektabilitas PDI Perjuangan Sultra,” ungkap Putri.

Tinggi elektoral PDIP berbeda dengan yang dialami PAN, dimana kata Putri, elektabilitas PAN terjun bebas. Faktornya ada dua. Pertama karena faktor tsunami politik dimana banyaknya kader PAN yang terjerat kasus korupsi. Kedua, saat ini PAN tidak punya figur kuat yg bisa menggalang dukungan secara signifikan seperti diera Nur Alam ataupun era Asrun.

“Faktor itulah yang membuat PAN saat ini elektabilitasnya terjun bebas di Sultra, bahkan elektabilitas PAN di Sultra hampir sama dengan elektabilitas nasionalnya yang berada diposisi 1,7% hingga 2 % saja,” jelasnya.

Putri juga menyebut bahwa dari hasil survei PSI, karakter pemilih di Sultra mayoritas memilih karena faktor ketokohan. “Sedikit saja mereka memilih karena faktor partai,” tutup alumni Institut Pertanian Bogor tersebut.

Laporan : Awi