Limbah PT VDNI Resahkan Warga, DPRD Minta BLH Provinsi Tegas

oleh -9 views
Ikan-ikan yang mati di duga terkena limbah aktivitas PT VDNI. Foto : Istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (7/3) kemarin, DPRD Sultra meminta kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sultra untuk bertindak tegas kepada PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI).

Hal itu dikarenakan ulah PT VDNI yang dalam beroperasi tidak melakukan pengelolaan limbah yang dihasilkan, sehingga limbah-limbah tersebut meresahkan warga dan bahkan mencemari beberapa tambak masyarakat yang berujung pada matinya ikan-ikan di tambak warga. Para petani tambakpun merugi.

Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Taufan Besi mengatakan setiap perusahaan tanpa terkecuali wajib melakukan pengelolaan terhadap limbah yang dihasilkan.

“Setiap perusahaan wajib melakukan pengelolaan limbah yang dihasilkan,” berang Taufan.

Lebih lanjut, Taufan mengatakan apalagi perusahaan besar seperti PT VDNI, sangatlah tidak layak meninggalkan limbah kepada masyarakat.

“Kami tadi tegas agar Lingkungan Hidup memberikan teguran dan segera PT VDNI membuat standar operasional sesuau dengan perusahan yang patuhi kaidah lingkungan,” tegas Taufan.

Untuk diketahui, berdasarkan Undang-undang nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) pasal 103 yang berbunyi: Setiap orang yang menghasilkan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) dan tidak melakukan pengelolaan dapat dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •