Manfaat Pemberlakuan Tarif Layanan BLU Bagi UHO

oleh -1.528 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sempat menjadi polemik dikalangan mahasiswa, hingga berujung adanya aksi unjuk rasa meminta pencabutan SK Rektor No 2404 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum (BLU) tahun 2019.

Mahasiswa menilai pemberlakuan Tarif Layanan BLU akan membebani mereka, sehingga mereka meminta SK 2404 dicabut.

Kepada sejumlah awak media, Selasa (24/9/2019), Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Muhammad Zamrun menjelaskan manfaat dari pemberlakuan Tarif Layanan BLU dapat menaikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk UHO.

“Tujuannya itu untuk menaikan PNBP BLU UHO,” ujar Prof Muhammad Zamrun.

Prof Zamrun (sapaan akrab Prof Muhammad Zamrun) menjelaskan sasaran pemberlakuan Tarif Layanan BLU ialah bukan mahasiswa UHO, melainkan masyarakat umum yang hendak menggunakan fasilitas UHO.

“Itu sebenarnya untuk masyarakat umum, seperti penggunaan auditorium, itu kan biasa dipakai masyarakat umum, alat – alat laboratorium juga terkadang digunakan masyarakat umum atau mahasiswa luar,” ujar Prof Zamrun.

Namun, karena tidak ingin menjadi polemik yang dapat menimbulkan multi tafsir, orang nomor Wahid di UHO itu akhirnya mencabut SK 2404.

“Setelah kita pelajari memang ada beberapa yang kurang tepat,  dan memang sosialisasinya mungkin yang tidak sampai, atau mungkin di fakultas punya persepsi lain, sehingga dari pada menimbulkan berbagai tafsir kita tarik dulu,” tuturnya.

Menanggapi tuntuntan lainnya seperti pemberlakuan Uang Pangkal dan UKT, Prof Zamrun mengatakan itu sudah dijalankan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada.

“Saya tidak mungkin menetapkan sesuatu yang tidak ada aturannya,” katanya.

Soal transparansi anggaran, mantan Dekan Fakultas MIPA ini mengatakan pihaknya selalu melaporkan ke Menteri tentang apa yang dikerjakan UHO.

“Kami kan sudah diperiksa BPK, Inspektorat Dikti, BPK, semuanya kami pertangung jawabkan. Semuanya itu sudah ada aturan keuangan, kita kerjakan semua dan saya pertangung jawabkan pada Menteri. Ya saya laporkan kepada menteri apa yang saya kerjakan di UHO,” tambahnya.

Juga, soal dana kelembagaan mahasiswa, dirinya menegaskan bahwa yang ada hanyalah dana untuk kegiatan kemahasiswaan. Yang mana, dana tersebut dapat digunakan oleh seluruh mahasiswa UHO bukan hanya Kelembagaan. Itupun, kata Prof Zamrun dana tersebut disesuaikan dengan pagu anggaran.

“Penggunaan dana tersebut disesuaikan dengan pagunya, tidak bisa diminta segini harus segitu juga, ya nggak bisalah, harus sesuai pagunya, jangan bikin kegiatan dadakan, dan itu kadang Ita sudah rakerkan diawal tahun,” jelasnya.

Menurut Prof Zamrun apa yang tengah berjalan di UHO, sudah dijalankan dengan baik dan sesuai aturan. Pihaknya juga, kata Prof Zamrun selalu diawasi oleh Menteri.

“Dan yang terjadi di UHO, saya jalankan sesuai aturan, kalau tidak sesuai aturan ya saya dipanggillah oleh Menteri. Kita itu diawasi, jadi tiap tiga bulan kami itu ada rapat evaluasi, jadi semua itu kami pertanggung jawabkan,” tutupnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •