Mantan Bupati Konut Digiring ke Lapas, Razak : Kejati Tidak Adil

0
764
Mantan Bupati Konut, Aswad Sulaiman saat berada di ruang Kasipidsus Kejari Konawe, Syahrir SH. Foto : Istimewa

ANOATIMES.ID.KENDARI – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan eksekusi terhadap terdakwa korupsi pembangunan Kantor Bupati Konawe Utara tahun 2012 lalu, Aswad Sulaiman.

Aswad Sulaiman yang merupakan mantan Bupati Konut kala itu, di giring Kejati Sultra ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Kendari, Rabu (21/3).

Menanggapi itu, Penasihat Hukum Aswad Sulaiman, H Abdul Razak mengatakan eksekusi yang dilakukan Kejati tidak adil.

“Karena saat eksekusi pak Aswad oleh Kejati. Pihak Kejati hanya bermodalkan petikan kasasi Mahkamah Agung,” ungkapnya waktu ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Kendari, Rabu (21/3).

Menurut Razak, mestinya Kejati mengeksekusi kliennya harus dengan salinan putusan kasasi bukannya petikan. Salinan putusan itu diberikan pada kedua pihak yaitu Kejaksaan dan dirinya selaku penasehat hukum Aswad Sulaiman.

“Untuk kejaksaan sebagai dasar mengeksekusi dan dirinya untuk beri tahu putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) itu pada pak Aswad,” katanya.

“Nah ini cuma berbekal petikan kasasi, klien saya dijemput Kejati tanpa ada pemberitahuan akibatnya pak Aswad kaget dijemput jaksa di rumahnya,” ungkapnya dengan ekspresi heran.

Razak juga menyinggung Pengadilan Negeri (PN) Kendari terkesan lamban dalam memberikan salinan putusa sedangkan petikan putusan debgan cepat diberikan pada kejaksaan dan dirinya.

“Kelambanan Pengadilan Negeri Kendari memberikan salinan putusan kasasi MA, menciderai hak-hak Pak Aswad, akibatnya terhambat mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Bahkan proses PK ini bisa jadi memakan waktu bertahun-tahun,” terangnya.

Pengacara yang mendampingi sidang korupsi Aswad Sulaiman di pengadilan dari tahun 2016 lalu ini, meminta PN Kendari supaya mendesak MA segera mengirimkan salinan tersebut.

“Pak Aswad sampai hari ini bersikap kooperatif serta tidak ada niat melarikan diri. Ini terbukti beliau tidak menolak saat dieksekusi Kejati,” pungkasnya.

Dia menyinggung perbedaan perlakuan jaksa dengan Siodinar, terdakwa kasus yang sama dengan Aswad (korupsi pembangunan kantor Bupati Konut) sudah divonis 4 tahun penjara tapi Kejari Konawe belum mengeksekusinya sampai saat ini.

Laporan: Man

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here