Masyarakat 4 Desa Kecam Tindakan Penghadangan Alat Berat PT GMS

oleh -157 views
Surat warga dari empat desa yakni Desa Sangi-Sangi, Tuetue, Ulusawa dan Lawisata kepasa PT GMS. Foto: istimewa

ANOATIMES.ID, KONSEL – Walaupun telah mengantongi izin-izin untuk melakukan aktivitas pertambangan di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), PT Gerbang Multi Sukses (GMS) masih belum bisa beroperasi.

Hal itu disebabkan adanya oknum yang mengatasnamakan masyarakat melakukan aksi penghadangan terhadap alat berat PT GMS.

Tidak hanya sekali, tetapi sudah beberapa kali aksi penghadangan oleh oknum yang mengatasnamakan masyarakat itu terjadi. Terkahir, aksi penghadangan tersebut terjadi pada 14 Januari 2018 yang berujung pada aksi pembakaran terhadap kapal LCT Meranti 702 yang memuat alat berat PT GMS.

Alhasil, warga empat desa yakni Desa Sangi-sangi, Ulusawa, Lawisata dan Tuetue naik pitam. Warga empat desa tersebut mendukung aparat kepolisian untuk menindak tegas oknum yang mengatasnamakan masyarakat. Sebab tindakan oknum tersebut dinilai warga telah menghambat terciptanya lapangan kerja buat warga empat desa yang berada di lingkar tambang PT GMS.

Surat warga empat desa yakni, Desa Sangi-sangi, Tuetue, Ulusawa dan Lawisata kepada PT GMS

Warga juga menilai tindakan oknum tersebut telah menghambat kesejahteraan masyarakat dan mengambat percepatan pembangunan di empat desa.

Tidak hanya itu, warga empat desa juga dengan tegas menolak oknum-oknum yang berasal dari luar daerah yang melakukan tindakan profokatif di tengah-tengah masyarakat.

Penilaian warga tersebut diungkapkan masyarakat di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Konawe Selatan (Konsel) pada 26 Maret 2018 lalu, dan dituangkan dalam sebuah surat yang ditujukan kepada PT GMS.

Laporan : Awi