Masyarakat Konkep : Jangan Gantikan Kelapa Kami dengan Tambang

oleh -107 views
Beberapa diantara keluhan masyarakat Kabupaten Konkep saat berunjuk rasa menolak hadirnya perusahaan pertambangan di Konkep, salah satunya PT GKP. Foto : Jovi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONKEP – Tidak ingin hasil perkebunan mereka digantikan dengan perusahaan pertambangan, ratusan masyarakat Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) yang tergabung ke dalam Perhimpunan Mahasiswa dan Masyarakat Wawonii (PMMW) kembali menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (18/12). Rute massa aksi ialah menuju kantor DPRD Kabupaten Konkep, namun sebelumnya massa aksi menggelar pawai di Ibu Kota Konkep, Langara.

Panatauan anoatimes.id, tidak hanya para lelaki yang ikut berunjuk rasa, akan tetapi juga para ibu-ibu ikut dalam aksi yang menuntut DPRD dan Pemerintah Kabupaten Konkep untuk menolak hadirnya perusahaan pertambangan di Pulau Kelapa itu.

Baca Juga : Tiga Ratusan Personil Polisi Disiagakan di Konkep, Kawal Rencana Aksi Masyarakat

Berbagai macam tuntutan masyarakat diungkapkan diantaranya ada yang meminta agar hasil perkebunan mereka seperti kelapa, jambu mente untuk tidak digantikan dengan investor tambang. Tidak hanya itu, ada juga massa aksi yang menuliskan bahwa masuknya perusahaan pertambangan membuat persaudaraan mereka menjadi kendor, wawonii menjadi cacat.

Massa aksi yang dikomandoi Darsono ini juga mendesak DPRD dan Pemerintah Daerah membuat surat rekomendasi dan mencabut IUP yang ada di Pulau Kelapa itu.

“Pemerintah daerah agar menghubungi pihak keamanan untuk segera menarik diri dari Desa Roko-roko Raya, karena keberadaannya hanya meresahkan masyarakat Desa Roko-roko Raya,” kata Darsono.

Diketahui, luas wilayah Kabupaten Konkep sekitar 867,58 km2 atau total luas daratan hanya 73.992 hektar, sedangkan dalam Undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang perencanaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dibawah 2.000 km2 melarang penambangan pasir dan mineral pada wilayah teknis ekologis sosial dan budaya.

Saat ini, salah satu perusahan pertambangan yang memiliki IUP di Kabupaten Konkep tepatnya di Desa Roko-roko Jaya, yakni PT Gema Kreasi Perdana (GKP) dikabarkan sudah akan memulai aktivitas pertambangan dengan ditandai masuknya beberapa alat berat milik PT GKP.

Hingga berita ini dipublis, massa aksi masih melakukan unjuk rasa, dan mendapat pengawalan ketat dari aparat gabungan TNI-Polri.

Laporan : Jovi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •