Mega Industri PT VDNI Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

oleh
Pak Budi saat hendak mengantarkan pesanan katering ke dalam perusahaan PT VDNI. Foto : Awi/anoatimes.id
  • 36
    Shares

ANOATIMES.ID, KONAWE – PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI), resmi beroperasi pada tahun 2015 di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Perusahaan dengan nilai investasi Rp 14 triliun itu merupakan sebuah perusahan Mega Industri terbesar se-Asia.

Sejak berdiri hingga beraktivitas sampai saat ini, PT VDNI sudah melakukan perekrutan ribuan tenaga kerja. Perekonomian masyarakatpun juga ikut meningkat. Selain bekerja di dalam perusahaan, banyak warga juga yang membuka usaha sekitar perusahaan, seperti Warung Makan, Salon, Counter Pula dan beberapa UMKM lainnya.

Tidak hanya itu, dengan hadirnya PT VDNI di Kecamatan Morosi, juga berdampak positif kepada para penambang pasir. Dulunya harga pasir sangat rendah, bahkan terkadang para penambang pasir kebingunan mencari pembeli, namun dengan hadirnya perusahaan PT VDNI, nilai jual pasir naik drastis.

Pak Budi saat menunjukan usaha kos-kosan miliknya. Foto: Awi/anoatimes.id

“Dulu 200-an, paling bersih 60 ribu per hari, sekarang harga pasir sudah jutaan, dan perusahaan (PT VDNI, red) rutin mengambil pasir,” kata Martinus saat dijumpai di salah satu warung makan sekitar PT VDNI, Jumat (23/3/2019).

Senada dengan Martinus, Budiono (45) juga merasakan perubahan perekonomiannya. Pak Budi (sapaan akrab Budiiono) saat ini memiliki omset dari usahanya mencapai Rp 100 juta lebih per bulan.

Pak Budi menceritakan awal mula dirinya bisa mendapat penghasilan fantastis itu. Di tahun 1997 dirinya pertama kali menginjakan kaki di Morosi. Waktu itu, pekerjaan yang ia geluti ialah berkebun, hasil kebunnya jauh dari kata memenuhi kebutuhan harian rumah tangganya. Di tahun 2015 kehidupan Pak Budi mulai berubah, rumahnya di kontrak olah perusahaan, saat itu ia langsung menggunakan uang kontrakan rumahnya untuk mebangun sejumlah kamar kos. Saat ini sudah 42 kamar kos yang ia miliki, dan semuanya sudah terisi full olah karyawan PT VDNI. Dari hasil kos-kosannya, Pak Budi perbulan mendapatkan puluhan juta rupiah.

“Rencananya mau buat lagi kamar kos,” tuturnya.

Selain mendapatkan pemasukan dari usaha kos-kosannya, Pak Budi juga mendapat pemasukan dari usaha warung makan yang ia buka tepat disamping pabrik PT VDNI. Dari usaha warung makannya, Pak Budi tiap hari harus menyediakan makanan 300 bungkus untuk dibawa ke perusahaan. Harga per porsi dari makanan Rp 15.000, dalam sehari pemasukan Pak Budi mencapai Rp 4.500.000. Dalam sebulan pemasukan dari katering pak Budi mencapai Rp 135 juta.

“Tiap hari 300 bungkus dibawa ke perusahaan, per porsi harganya Rp 15 ribu,” kata Pak Budi.

Menariknya, dengan penghasilan yang begitu fantastis tidak membuat Pak Budi merubah gaya hidup sederhananya, ia tetap berpenampilan sederhana dengan pakaian khasnya yang sudah kusam.

Laporan : Awi