Melalui FGD, UHO Tingkatkan SDM Reviewer

oleh -24 views
Rektor UHO, Prof Muhammad Zamrun (kiri) saat memberikan sambutan pada FGD LPPM UHO di salah satu hotel di Kendari. Foto : Humas UHO for anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sebagai salah satu kampus terbesar, Uiversitas Halu Oleo (UHO) terus berbenah untuk dapat bersaing dengan universita lainnya di Indonesia. Salah satunya ialah dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang reviewer internal UHO.

Jumat, (25/10/2019), bertempat di salah satu Hotel di Kendari, UHO menggelar Fokus Discussion Grup (FGD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) yang bertujuan menyamakan persepsi bagi Reviewer Penelitian Internal UHO. FGD diikuti 32 reviewer internal UHO.

Rektor UHO, Prof. Dr. Muhammad Zamrun mengatakan setiap tahun UHO selalu mengadakan penyamaan persepsi, di samping itu juga untuk menambah para reviewer-reviewer di UHO demi kemajuan Universitas.

“Jadi, untuk menjadi reviewer itu gampang-gampang susah, makanya yang mereviewer penelitian atau proposal itu harus yang sesuai dengan bidangnya atau sebidang,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, bagi para peserta FGD yang telah memiliki sertifikat reviewer diharapkan melengkapi lagi persyaratan-persyaratan lainnya, sehingga bisa menjadi reviewer nasional, terlebih untuk menambah reviewer di UHO.

“Kan ini demi kebaikan dan kemajuan universitas kita juga. Karena reviewer nasional di UHO ini baru empat (4), sehingga kalau bertambah maka penelitian tidak terlalu susah, kan sudah banyak reviewer lain,” jelasnya

Ditempat yang sama, Ketua LPPM UHO, Dr. H. La Aba mengatakan, FGD ini merupakan amanah dari Ristekdikti, bahwa setiap akan dilakukan review Proposal Disentralisasi maka harus di dahului dengan penyamaan persepsi, demikian pula untuk reviewer nasional.

“Untuk proposal kompetitif nasional di awali dengan penyamaan persepsi,” katanya.

“Jadi untuk reviewer internal UHO sesuai Surat Keputusan (SK) Rektor tahun 2019 ini ada 32 orang reviewer, dan dari 32 reviewer internal ini ada 10 orang yang sudah bersertifikat Nasional kemudian 4 orang yang sudah lulus menjadi reviewer Nasional tahun 2019,” ungkapnya.

Laporan : Fitrah Mubaraq

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •