Meninggalnya Bripda M Fatur, Propam Polda Periksa 14 Saksi

oleh
Jenazah Bripda M Fatur Rahman Ismail saat hendak dinaikan ke mobil jenazah untuk dibawa ke kampung halamannya, di Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara. Foto : Andika / Anoatimes.id

ANOATIMES.ID, KENDARI – Bripda M Fatur Rahman Ismail, bintara polisi Dalmas Polda Sultra angkatan 42 meregang nyawa di tangan dua seniornya Bripda Zulfikar (angkatan 40) dan Bripda Fislan (angkatan 41), Senin (3/8) dinihari.

Bripda M Fatur sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kota Kendari, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah Bripda M Fatur lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk dilakukan visum dan autopsi.

Usai dilakukan autopsi, jenazah Bripda M Fatur langsung dibawa ke kampung halamannya di Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara untuk dikebumikan.

Saat ini, Propam Polda Sultra telah melakukan pemeriksaan terhadap 14 saksi yang diduga mengetahui kejadian meninggalnya Bripda M Fatur.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhartd mengatakan ke 14 saksi yang telah diperiksa ialah 4 personil piket propam, 9 personil sabhara dan 1 ahli dari dokkes.

“Empat belas saksi sudah di periksa, dan dua terduga pelaku sudah diamankan,” katanya.

Untuk diketahui, hasil visum dan autopsi terhadap jenazah korban ditemukan retak pada tulang rusuk sebelah kiri pada tulang rusuk nomor 7, jejas kemerahan pada pembungkus jantung, jejas kemerahan pada permukaan jantung, terdapat resapan darah pada otot perut bawah.

Luka memar dan adanya retak pada tulang rusuk sebelah kiri menyebabkan terjadinya gangguan jantung akibat trauma tumpul yang keras dan kuat (Commutio Cordis).

Laporan : Awi