Minim Air Bersih, Warga Korban Banjir Terkena Penyakit Gatal-gatal

oleh -11 views
Petugas kesehatan sedang melakukan pemeriksaan terhadap warga. Foto : Jayusman / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Banjir yang menggenangi pemukiman di pinggiran Sungai Wanggu yang belum surut membuat warga korban banjir diserang penyakit gatal-gatal.

Farid salah satu korban banjir kepada Anoatimes, Selasa (26/6), mengatakan pasca banjir ini sudah banyak warga mengalami penyakit gatal di kulit.

“Iya sudah banyak memang warga di sini terserang penyakit gatal- gatal di kulit mereka dari orang tua sampai anak-anak,” ungkapnya seraya memperlihatkan kulit lengan kirinya yang gatal.

Pria paruh baya ini mengatakan, kesulitan air bersih membuat ia dan warga korban banjir kesulitan untuk mandi. Karena efek kena genangan air banjir yang kotor membuat kulit mereka gatal-gatal.

Apa dikatakannya diamini Ahmad. Keterbatasan sarana air bersih membuat mereka kesulitan untuk mandi.

“Terpaksa ya, kita numpang mandi di rumah tetangga atau kerabat yang rumahnya tidak terkena banjir,” tukasnya.

Ditempat yang sama, Sinaluddin petugas Puskesmas Wua-wua yang berjaga di posko kesehatan korban banjir membenarkan sebagian besar warga korban banjir mengeluhkan penyakit gatal di kulit.

“Rata-rata kebanyakan warga korban banjir datang ke kami mengeluhkan penyakit gatal- gatal di kulit,” ujarnya.

Dijelaskannya, penyakit gatal-gatal di kulit disebabkan tubuh korban banjir terkena air banjir yang keruh dan kotor. Penyakit jenis ini memang sering menyerang korban banjir.

Selain penyakit gatal-gatal. Ia menyebutkan penyakit lain menyerang korban banjir diantaranya demam, flu, sesak nafas, batuk dan rematik.

“Kalau penyakit diare, batuk dan flu lebih banyak menyerang anak-anak, dan terkadang ada juga orang dewasa korban banjir datang ke sini memeriksa tekanan darah mereka,” terangnya.

Antisipasi penyakit yang menyerang korban banjir kata Sinaluddin, Dinas Kesehatan Kota Kendari menyiagakan tiga puskesmas yaitu puskesmas Lepo-lepo, Wua-wua dan Mokoau.

Tiga puskesmas bergiliran berjaga di posko kesehatan, dan tiap puskesmas menyediakan tiga tenaga kesehatan serta satu unit ambulans stand by 24 jam melayani pasien korban banjir.

Ia menyebut, posko kesehatan korban banjir kali Wanggu dapat mengakses obat-obatan secara gratis.

“Sampai saat ini untuk kebutuhan obat-obatan tidak ada masa,” ucapnya.

Laporan : Jayusman

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •