Miris! Adukan Nasib ke DPRD, Para Guru Honorer Konkep Malah Diancam Kepala Sekolah

oleh -56 views
Puluhan Guru Honorer yang mengadukan nasib ke DPRD Konkep. Foto: Jovi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONKEP – Pahlawan tanpa jasa, sebuatan bagi para guru, tidak terkecuali para guru honorer. Peran para guru sangatlah penting terlebih lagi bagi para generasi penerus bangsa. Namun apa jadinya bila para pahlawan tanpa jasa tersebut di beri upah jauh dari kesejahteraan.

Pemerintah daerah harusnya mampu memberikan kesejahteraan terhadap mereka, tidak hanya menuntut dan menutut kerja profesional dari para pahlawan tanpa jasa.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), puluhan para guru honorer menyambangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), kedatangan mereka ialah untuk mengadukan nasib mereka, meminta kepada para wakil rakyat untuk dapat meneruskan aspirasi mereka ke Pemerintah Kabupaten Konkep.

Baca Juga : 135 Guru di Konkep Ikut Pelatihan Program Pengembangan Kurikulum

Di hadapan para dewan, guru-guru honorer menyampaikan keluhan mereka, selama menjadi tenaga pendidik honorer mereka di gaji Rp 500.000 per bulan. Gaji yang minim tersebut tidak dibayarkan per bulan akan tetapi per triwulan. Mirisnya lagi, bahkan pembayara gaji mereka terkadang dilakukan per lima bulan.

“Kami meminta kepada pihak DPRD untuk memfasilitasi kami ke pihak pemerintah daerah bagaimana gaji kami bisa di naikan minimal Rp 1.000.000 per bulan,” ungkap Ketua Asosiasi Jasrin S.Pd, Rabu (12/9).

Menanggapi permintaan para guru honorer, DPRD bakal mengundang pemerintah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), untuk membahas permintaan puluhan guru honorer.

“Kami apresiasi niatan mereka dan kami akan langsung tindak lanjuti terkait tuntutan mereka secepatnya, kita akan panggil pihak dinas pendidikan untuk RDP,” ungkap Yacub Rahman.

Baca Juga : Momen HUT RI ke 73, Kadis Pendidikan Konkep Dituding Korupsi

Untuk diketahui, dalam aksi para guru honorer yang menyambangi kantor DPRD untuk mengadukan nasib, mereka mendapat ancaman dan intimidasi dari Kepala Sekolajh tempat mereka mengabdi.

“Kita diancam sama kepala sekolah, kalau kita temui para anggota DPRD, katanya kita akan di keluarkan sebagai guru honorer,” ungkap salah seorang guru yang enggan di sebutkan namanya.

Dengan adanya intimidasi dari para kepala sekolah, tentu mengundang tanya besar, apa yang ditakutkan para kepala sekolah terhadap aksi puluhan guru honorer yang menyambangi DPRD.

Laporan: Jovi
Editor : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •