Mogok Kerja, Perawat Sultra “Sweaping” Gedung DPR

oleh -36 views
Puluhan perawat yang merengsek masuk mencari anggota DPRD Sultra, Senin (2/10/2017). Sayangnya tak satupun anggota DPRD Sultra berada ditempat dikarenakan sedang reses hingga sejak 29 September hingga 4 Oktober 2017. Foto : Awi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Demi menuntut hak pengupahan yang layak bagi profesi mereka, perawat se-Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi mogok kerja.

Selain mogok kerja di rumah sakit dan puskesmas-puskesmas, para perawat menggelar aksi unjuk rasa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sultra, Senin (2/10/2017).

Selama menggelar aksi unjuk rasa tidak satupun anggota DPRD Sultra yang menemui massa aksi. Akhirnya massa aksi melakukan sweaping gedung DPRD Sultra guna mencari anggota DPRD, namun hasilnya nihil.

“Tidak ada satupun anggota DPRD,” ujar Sekertaris Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Sultra, Wayan

Lanjut, Wayan mengatakan aksi yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari aksi sebelumnya, dan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu, dimana kesimpulannya ialah DPR akan mengeluarkan rekomendasi yang ditujukan kepada instansi tempat perawat bekerja.

“Namun sampai hari ini, tidak ada realisasi. Agar diketahui bahwa saat ini honorer perawat ada yang menerima gaji ler bulan Rp 300 ribu,” ungkap Wayan.

Sementara itu, Ketua Gerakan Nasional Perawat Honorer Idonesia Sultra Provinsi Sultra, Arzan menjelaskan tuntutan kami ialah pengupahan yang layak sesuai UMK ataupun UMR.

“Profesi kami kerap bersentuhan langsung dengan penyakit,dan resikonya besar, namun pemerintah seakan tidak memperdulikan,” katanya.

Untuk itu, sampai tuntutan kami dipenuhi, kami akan tetap melakukan aksi mogok kerja.

“Sampai tuntutan kami dipenuhi,” tuturnya.

Untuk diketahui, saat ini angota DPRD Provinsi Sultra sedang melaksanakan reses, yang dimulai sejak 29 September hingga 4 Oktober 2017.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •