Momen HUT RI ke 73, Kadis Pendidikan Konkep Dituding Korupsi

oleh -79 views
Halte yang dituliskan OTK dengan menuding Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Konawe Kepulauan (Konkep), Muhammad Yani korupsi. Foto : Jovi / Anoatimes.id
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

ANOATIMES.ID, KENDARI – Ada pemandangan yang cukup menyita perhatian peserta Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 73 di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Jumat (17/8).

Deretan baliho Ucapan Dirgahayu RI ke 73 oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipasang di sekitar Lapangan tempat pelaksanaan upacara, TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Langara, nampak ada satu baliho yang berbeda, yakni baliho ucapan milik Dinas Pendidikan.

Pada baliho milik Dinas Pendidikan tampak foto Kepala Dinas Pedidikan, Drs Muhammad Yani dicorat-coret oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) menggunakan pilox.

Tidak hanya itu, di sebuah halte bus yang jaraknya juga tak jauh dari lapangan upacara, dituliskan satu kalimat ‘Kadis PK Korup M Yani’. Hingga saat ini pelaku perbuatan tidak menyenangkan tersebut belum diketahui.

Menanggapi hal tersebut, Drs Muhammad Yani yang ditemui usai mengikuti upacara merasa kaget dengan baliho milik dinasnya di corat-coret OTK, dan adanya tulisan di halte yang menuding dirinya Korupsi.

“Iya saya akan laporkan ke pihak penegak hukum untuk di usut pelakunya,” kata Muhamad Yani.

Menurut Muhammad Yani, OTK yang melakukan perbuatan tersebut sudah tiga kali di tempat yang berbeda-beda, seperti di Gerbang Pelabuhan Feri Konkep, di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konkep pada tahun 2017 lalu.

“Ini pelakunya sudah tiga kali melakukan aksinya di tempat yang berbeda-beda,” tuturnya.

Untuk itu, Muhammad Yani mengatakan dirinya akan membawa persoalan ini ke ranah hukum sebab merupakan perbuatan pencemaran nama baik. Ia menduga tudingan tersebut buntut dari pembelajaan buku tingkat SD dan SMP yang pengadaannya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konkep.

“Ia saya menduga tuduhan tersebut akibat buku,” tuturnya.

Untuk diketahui, pengadaan buku yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan menuai protes oleh beberapa Kepala Sekolah karena pembayaran buku tersebut sudah dituntaskan oleh pihak sekolah namun pihak Dinas Pendidikan tidak menyerahkan buku sesuai jumlah yang di tentukan.

Laporan : Jovi
Editor : Awi

  •  
    7
    Shares
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •