Muamar : Tambang Tak Beri Dampak Positif, DPRD Konkep Jangan Tinggal Diam

oleh -160 views
Aktivis Tambang Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Muamar.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Pro kontra hadirnya perusahaan pertambangan di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) hingga saat ini masih terjadi. Tercatat ada belasan IUP yang aktif di Pulau Kelapa itu. Satu diantaranya ialah PT Gema Kreasi Perdana (GKP). Belum lama ini, PT GKP memasukan alat berat milik mereka, penanda akan dimulainya aktivitas penambangan nikel di Desa Roko-roko, Kecamatan Wawonii Tenggara.

Masuknya alat berat milik PT GKP tersebut membuat aktivis tambang pulau kelapa geram dan meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Konkep untuk tidak diam dalam persoalan ini. Salah satu aktivis tambang Konkep, Muamar mengatakan masyarakat Konkep mayoritas menolak kehadiran tambang sebab masyarakat sadar akan dampak yang dapat ditimbulkan dari aktivitas penambangan.

Baca Juga : PT GKP Masukan Alat Berat, Mahasiswa Konkep: DPRD Hanya Beri Janji Politik

“Ini tambang tidak memberikan dampak positif, pokoknya kita tolak harga mati,” tegas Muamar, Senin (17/12).

Menurut Muamar, hadirnya tambang di Konkep merupakan malapetaka besar, katanya jika berbicara kesejahteraan, hasil perkebunan masyarakat Wawonii Tenggara sudah memuaskan sebab tiap tahunnya masyarakat Wawonii Tenggara bisa menghasilkan uang ratusan juta rupiah dari hasil pertanian dan perkebunan, jambu mente dan cengkeh.

“Disana itu masyarakat mampu mencetak uang ratusan juta tiap tahun dari hasil jambunya,” katanya.

Dengan itu semua, dirinya berharap kepada 20 Anggota DPRD Konkep untuk segera mengambil sikap melakukan penolakan terhadap hadirnya tambang di pulau kelapa dalam hal ini PT GKP. Anggota DPRD merupakan wakil rakyat yang harus berpihak kepada rakyat jangan terkesan diam .

“Ini wakil rakyat jangan diam, segera ambil sikap untuk menolak tambang,” harapnya.

Informasi yang berhasil dihimpun anoatimes.id, rencananya Selasa (18/12) besok, masyarakat Konkep bakal menggelar aksi unjuk rasa menolak masuknya perusahaan pertambangan di pulau kelapa itu.

Laporan : Jovi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •