Muncul Belakangan di Banding Sjafei, Keseriusan Ridwan Diragukan

oleh -47 views

ANOATIMES.ID, KENDARI – Saat ini ditubuh Partai Golkar ada dua figur yang hendak maju dalam Kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang. Keduanya ialah Ketua DPD I Sultra Partai Golkar Ridwan Bae dan Kader Golkar Sjafei Kahar.

Antara Ridwan dan Sjafei, pengamat menilai yang memiliki peluang besar menggunakan Golkar ialah Ridwan namun ada satu hal yang menjadi penilaian tersendiri yakni seberapa besar keseriusan Ridwan maju dalam pertarungan merebut kursi 01 Sultra, sebab yang lebih dulu muncul ke publik akan ikut dalam Pilgub ialah Sjafei Kahar dibanding Ridwan.

“Peluang besar dimiliki Ridwan, sebab dia (Ridwan, red) merupakan Ketua DPD I Sultra, dari segi kedekatan dengan Ketua Umum Setya Novanto dia (Ridwan, red) lebih dekat dibandig Sjafei, namun perlu dipertanyakan seriuskah Ridwan maju,” ujar Eka Suaib, Minggu (4/6/2017) saat ditemui anoatimes.id.

Eka Suaib menjelaskan kemunculan Ridwan dalam mengisi warna diantara para figur yang lebih dulu muncul ke publik dinilainya mendadak dan itu menimbulkan keraguan. Ditambah lagi, jumlah kursi Golkar hanya 7, butuh koalisi dan itu memerlukan waktu untuk melakukan komunikasi politik dengan partai lain.

“Saya juga sebetulnya ada keraguan apakah Ridwan serius untuk maju, sebab menurut hemat saya Ridwan muncul secara tiba-tiba dan itu terlambat, apalagi Golkar tidak cukup kursinya, dan untuk koalisi butuh komunikasi politik, jadi hemat saya juga sebetulnya masih agak ragu apakah Ridwan mau serius atau tidak,” jelasnya.

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini, Ridwan harusnya memunculkan diri lebih awal, sebab akan tidak eloknya Partai Golkar mendukung koalisi partai lain lalu digunakan bukan pimpinan partainya, padahal Ridwan merupakan figur yang bagus dan juga punya basis elektoral.

“Kalau serius maju bisa jadi Golkar milik Ridwan tapi jangan-jangan Ridwan tidak serius maju, kan itu jadi pertanyaan juga, kenapa tiba-tiba Ridwan menyatakan keinginan untuk mau maju. Yang duluan maju kan pak Sjafei, nanti sekarang Ridwan maju. Ada apa dibalik itu kan gitu,” ungkapnya.

Kalaupun nantinya, Ridwan yang akan menggunakan pintu Golkar, lanjut Eka Suaib menjelaskan dukungan ditingkat bawah akan terbagi menjadi dua, ada yang mendukung Ridwan dan ada yang mendukung Sjafei.

“Katakanlah yang akan menggunakan Golkar adalah Ridwan tapi basis ditingkat bawah Golkar akan pecah karena ada yang ke Ridwan dan ada yang ke Sjafei,” tutrnya.

Laporan : Awi.