Mutasi Sekwan, HMI Soroti Wali Kota Baubau

oleh
Ketua HMI Cabang Baubau, La Ode Rizki Satria
  • 187
    Shares

ANOATIMES.ID, BAUBAU – Gerbong mutasi pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau terus bergerak. Wali Kota Baubau As Tamrin mengganti Sekretaris DPRD Wa Radja, belum lama ini. Wa Radja digantikan oleh Yahya Wirahyahman, yang sebelumnya Kabag Umum DPRD Baubau. Rotasi pejabat yang dilakukan As Tamrin mulai disorot oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Baubau. Langkah mutasi pejabat itu dinilai melanggar sejumlah aturan.

Kepada Anoatimes.id, Ketua HMI Cabang Baubau, La Ode Rizki Satria menilai pemberhentian Sekretaris DPRD seharusnya mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Dalam PP tersebut, pasal 31 ayat 3 menyebutkan bila pemberhentian/pengangkatan Sekretaris DPRD dilakukan oleh Walikota berdasarkan persetujuan pimpinan DPRD setelah berkonsultasi dengan pimpinan fraksi. “Seharusnya pengangkatan dan pemberhentian Sekretaris DPRD mengacu pada PP Nomor 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah,” katanya saat dihubungi Senin (21/3/19).

Protes yang dilayangkan salah satu pimpinan DPRD Baubau terhadap langkah Walikota, kata dia berarti Walikota Baubau tidak pernah berkonsultasi dengan pimpinan DPRD. Selain itu, rotasi Sekretaris DPRD juga melanggar PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil pasal 127 ayat 4 serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 pasal 420 ayat 2 yang poinnya kurang lebih berbunyi sama dengan PP Nomor 18 Tahun 2016.

Meskipun pemerintah menganggap bila rotasi tersebut sudah prosedural karena mendapat rekomendasi dari KASN dan Mendagri, namun HMI tetap berharap agar proses mutasi mesti dilakukan sesuai prosedur tanpa menabrak dan mengabaikan semua aturan yang berlaku. “Kami berpikir bahwa soal pelantikan seperti ini, biasanya kadang-kadang merupakan barter dan utang politik,” argumentasi pria yang karib disapa Gio.

Mutasi pejabat, menurutnya harusnya dilakukan tanpa menimbulkan polemik dan sorotan. Apalagi yang heboh saat ini, kata dia adalah Wakil Ketua DPRD Kota Baubau yang menyorot langkah Walikota. “Ini kami nilai justru bisa menimbulkan tidak sinerginya eksekutif dan legislatif dalam menjalankan roda pemerintahan,” ujar Gio.

laporan : Jumdin