Namanya Direkom ke KASN, Kepala Bappeda Konkep Sebut Panwaslu Tak Pernah Sosialisasi

oleh -82 views
Kepala Bappeda Konawe Kepulauan (Konkep) Abdul Halim. Foto : Facebook Abdul Halim, nama akun Halim Wawonii).

ANOATIMES.ID, KONKEP – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) sebelumnya telah merekomendasi 10 nama Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintahan Konkep ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Tujuh (7) diantara Sepuluh (10) nama ASN tersebut ialah Pejabat Pemerintah Konkep, salah satunya Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Abdul Halim.

Menanggapi hal itu, kepada anoatimes.id, Abdul Halim mengatakan dirinya tidak mengetahui adanya aturan yang melarang ASN untuk me like postingan yang terkait partai atau person partai di medsos.

“Saya apreasiasi dan menghargai kerja-kerja panwas Kabupaten Konkep, karena itu, ketika ada surat panggilan klarifikasi, maka saya penuhi datang ke Kantor Panwas untuk memberikan klarifikasi. Saya kemudian menyampaikan bahwa saya tidak tau kalau ada larangan me like postingan yang terkait partai atau person partai di medsos,” ujar Abdul Halim, Kamis (6/4) via seluler.

Lebih lanjut, Abdul Halim mengatakan bahwa pihak Panwaslu tidak pernah melaksanakan sosialisasi dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Konkep.

“Yang saya tau seperti itu. Menurut Kabag Umum (Mahmud) juga belum pernah,” katanya.

Karena itu, lanjut Abdul Halim menjelaskan harusnya dengan adanya aturan larangan me like tersebut, pihak Panwaslu Kabupaten Konkep terlebih dahulu melakukan sosialisasi dilingkungan Pemerintah Daerah, atau membuat surat edaran yang ditujukan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Karena menurut hemat saya mestinya ditindaklanjuti dengan membuat surat edaran, karena ini lebih efektif dari yg lainnya,” jelasnya.

Dikesempatan yang berbeda, Ketua Panwaslu Kabupaten Konkep, Nur Rahmat mengatakan pihakanya sudah memberikan surat imbauan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Konkep dan itu sudah diberikan tiga (3) bulan lalu.

“Persoalan sosialisasi, langkah awal kami sudah berikan surat imbauan ke Pemda sekitar 3 bulan lalu, entah itu disampaikan atau tidak. Kami (Panwaslu, red) menyurat secara kelembagaan karena mereka punya pimpinan, isi imbaun itu tentang Netraliras ASN, pengenaan sanksi, regulasi yang mengatur etika ASN dalam pilkada,” katanya.

Memang, di akuinya bahwa Panwaslu belum melakukan sosialisasi ke Pemerintah Daerah, baru ke tingkat Kecamatan dan itusudah di tujuh kecamatan.

“Sosialisasi tatap muka ke ASN belum tapi lewat medsos kami sudah lakukan untuk memberikan warning kami sudah lakukan, mungkin para ASN, saya kira mereka sudah paham regulasinya bahwa ASN tidak boleh terlibat dalam politik praktis,” katanya.

“Sebenarnya, harusnya kalau dia (Abdul Halim, red) paham, itu dia yang lebih menggurui kita karena dia harus paham etika profesinya apalagi pejabat,” tutur Nur Rahmat.

Menyangkut nama-nama yang direkomendasi Panwaslu ke KASN, Nur Rahmat mengatakan sudah sesuai prosedur, yang mana sudah dilakukan klarifikasi dan kajian serta analisis dan fakta-fakta.

Berikut nama-nama sepuluh ASN yang direkomendasi Panwaslu Konkep ke KASN:

  1. Kepala Bappeda Abd Halim.
  2. Kepala Inspektorat, Yakub Taorima.
  3. Kabag Umum Mahmud.
  4. Kabid Pertanahan dan Perumahan Hasrudin.
  5. Kabid GTK Suharmin.
  6. Bendahara Dukcapil Fikrudin.
  7. Sekertaris Dinas Pariwisata Abdul Rahman,

“Tiganya staf biasa yaitu Staf Inspektorat Sunarsih, Staf Dinkes Siti Badriah, dan Staf Dinas PU Risal Riwangi ” ujar Nur Rahmat, Selasa (3/4) saat ditemui diruangannya.

Laporan : Awi