Netizen Kecam Aksi Penurunan Bendera Merah Putih Saat Aksi Tolak Tambang di Konkep

oleh -127 views
Aksi penurunan Bendera Merah Putih di Komplek Perkantoran Bupati Konawe Kepulauan (Konkep), oleh oknum masa aksi. Foto : Istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Insiden penurunan Bendera Merah Putih di Kantor Bupati Konawe Kepulauan (Konkep) yang dilakukan oknum massa aksi menolak tambang di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (27/9) kemarin, mendapat kecaman dari para netizen.

Dari beberapa video pendek yang diviralkan nitizen di media sosial, salah satunya video yang diupload akun Han Hae Neul Mekuo, nampak kerumunan massa aksi mencoba masuk ke Komplek Perkantoran Kabupaten Konkep, kemudian beberapa oknum massa aksi nampak memisahkan diri dan menuju tiang bendera lalu berusaha menurunkan Bendera Merah Putih.

Baca Juga : Tolak Tambang di Konkep, Massa Aksi Bentrok dengan Sat Pol PP

Reaksi netizen terhadap aksi penurunan Bendera Merah Putih saat aksi unjuk rasa tolak tambang di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Foto : Screen Shot di Medsos.

Untungnya Lambang Negara Indonesia itu tidak sampai jatuh ke tanah, aparat keamanan dan Sat Pol Pp berhasil menggagalkan tindakan tidak terpuji dari oknum massa aksi. Bendera yang sempat turun hingga pertengahan tiang kembali dinaikan petugas. Berbagai reaksi keraspun berdatangan dari para netizen.

“Luar Biasa, seumur hidup saya lihat aksi demo baru di Wawonii yang terjadi seperti ini penurunan bendera merah putih, memalukan kaya bukan saja mahasiswa. Kembali saja sekolah di SD,” tulis akun Fadhel Anandonia dalam kolom komentarnya.

Polisi harus memproses para pelaku dengan alasan apapun, perbuatan mereka tidak dapat dibenarkan sama sekali, ini yang demo kaya tidak orang yang tidak mengenal pendidikan sama sekali,” tulis akun Bayu Eko Pratama dalam kolom komentarnya.

Untuk diketahui, aksi ratusan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahsasiswa dan Masyarakat Wawonii (PMMW) tersebut hendak meminta pejabat tertinggi di Kabupaten Konkep itu segera membuat rekomendasi pencabutan 13 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di Kabupaten Konkep. Aksi tersebut berbuntut jatuhnya satu korban dari massa aksi bernama Fani yang mengalami luka di bagian kepala.

Laporan : Jovi
Editor : Awi

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •