Nur Alam dan Ridwan Bae: Kemana Asrun Saat Banjir?

oleh -0 views
Pertemuan antara Gubernur Sultra, H Nur Alam dan Komisi V DPR RI. Dalam pertemuan ini dibahas kerusakan infratruktur yang diakibatkan banjir bandang di 7 Kabupaten di Sultra. Foto : Rahmat
Pertemuan antara Gubernur Sultra, H Nur Alam dan Komisi V DPR RI. Dalam pertemuan ini dibahas kerusakan infratruktur yang diakibatkan banjir bandang di 7 Kabupaten di Sultra. Foto : Rahmat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Bencana banjir yang terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) beberapa saat lalu rupanya masih menyimpan sebuah tanya besar di benak dua tokoh besar di Sultra, yakni Gubernur Sultra H Nur Alam dan Anggota DPR RI dapil Sultra Ridwan Bae. Keduanya kompak menanyakan kemana Wali Kota Kendari Ir Asrun dikala masyarakat Kendari ditempa bencana.

Nur Alam dalam mempresentasikan dampak kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang di Sultra terhadap 9 anggota DPR RI Komisi V yang kunjungan kerja (kunker) ke Sultra, mengungkapkan selama banjir melanda Ibu Kota Provinsi Sultra, dirinya tidak melihat Wali Kota Kendari hadir ditengah-tengah masyarakat.

“Kehadiran seorang pemimpin di dalam suatu daerah yang kondisinya memprihatinkan sangat diperlukan. Selama banjir belangsung di Kota Kendari saya tidak pernah lihat biji matanya Wali Kota Kendari hadir ditengah-tenagh masyarakt,” ungkap Nur Alam, Senin (29/5) di hadapan anggota DPR RI Komisi V, di Aula Rapat Kantot Gubernur.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Ridwan Bae mengatakan berdasarkan foto-foto yang ia lihat pasca Nur Alam meninjau korban banjir di Kendari, Wali Kota Kendari tidak terlihat.

“Dari foto ini, saya liat pak gubernur waktu turun pantau korban banjir pakai mantel kuning, saya pikir Nur Alam adalah kader Golkar? Tapi pak Asrun tidak kelihatan di foto ini, mungkin waktu banjir lagi sibuk sosialisasi bukan urus korban bajir ya,” ujar Ridwan.

Untuk diketahui, kedatangan Ridwan Bae beserta Komisi V DPR RI ke Sultra dalam rangka kunjungan kerja (kunker) spesifik peninjauan kerusakan infrastruktur pasca banjir bandang yang melanda 7 Kabupaten dan Kota di Sultra.

Laporan : Rahmat R.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •