Oknum Karyawan PT WIL Diduga Intimidasi Para Pekerja Proyek Nasional Milik PLN

oleh -109 views
Kendaraan operasional yang diduga milik PT WIL saat memasuki lokasi pembangunan gardu Induk di Wolo, Kabupaten Kolaka. Foto : Istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Pemerintah Pusat saat ini tengah menggenjot pembangunan proyek Gardu Induk di beberapa wilayah di Indonesia. Tanpa terkecuali di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Di Sultra, tepatnya di Kabupaten Kolaka, Pemerintah Pusat melalui PT PLN tengah membangun gardu induk berkapasitas 150 Kv. Namun, rupanya program dari pemerintah pusat harus menemui kendala, sebab para pekerja proyek nasional tersebut merasa resah dan khawatir akan keselamatan kerja mereka.

Kepala Subkontraktor Pembangunan Gardu Induk, La Sara Laindi kepada anoatimes.id menceritakan para pekerjanya dibuat resa dan khawatir, sebab ada sejumlah oknum karyawan perusahaan tambang PT Wijaya Inti Lestari (WIL) yang masuk ke lokasi pekerjaan dan mengintimidasi para pekerja.

“Ada belasan orang dengan berpakaian seragam tambang PT WIL, datang ke lokasi dan melarang pekerja kami bekerja,” ujar La Sara Laindi, Kamis, (14/11/2019) lalu di Kendari.

Pak Inung (sapaan akrab La Sara Laindi) mengatakan belasa karyawan tersebut dibawa oleh Junaid yang merupakan Site Manager PT WIL dengan menggunakan kendaraan operasional PT WIL. “Yang bawa mereka itu pak Junaid, Site Manager PT WIL,” tuturnya.

“Kami tidak bekerja selama dua Minggu. Saya terpaksa meliburkan pekerja saya, sebagai saya khawatir akan keselamatan para pekerja dan karyawan saya. Terlebih lagi tidak ada petugas yang berjaga di lokasi padahal sudha ada MoU antara PT PLN dengan Polda Sultra,” kata Pak Inung.

Selain para pekerja yang mendapat intimidasi, Pak Inung mengatakan dirinya juga mendapat tindakan penganiayaan dari Junaid dan dua rekannya yang di saat berbeda datang ke Mess PT Bumi Celebes Persada (Sub Kontraktor).

“Saya sudah laporkan ke Polsek Wolo, dan saat ini tengah di proses,” katanya.

Pak Inung mengatakan sikap Junaid didasari dirinya meminta tambahan biaya pembebasan lahannya, padahal lahan miliknya dan belasan warga sudah dibebaskan PT PLN dengan disaksikan oleh Camat dan Lurah Wolo.

Sementara itu, Kapolsek Wolo Ipda Benny Kuncoro, melalui Paur Subbag humas Polres Kolaka, Bripka Riswandi membenarkan adanya tindak pidana penganiayaan.

“Sudah ada penetapan tersangka, Junaid dan Heryanto. Sudah dilakukan penahanan kemudian ada permohonan penangguhan dari keluarga tersangka,” ujar Bripka Riswandi via seluler.

Riswandi menambahkan berkas dugaan penganiyaan sudah akan dikirim ke Kejaksaan Negeri Kolaka. “Rencana besok dilakukan tahap 1/pelimpahan berkas perkara tetapi petunjuk dari jaksa , Penyidik diarahkan untuk hari Senin, 18/11/2019 mendatang,” ungkapnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •