ORI Pantau TKA di Sultra

0
218
Pelaksana tugas (Plt) Kepala ORI Perwakilan Sultra, Ahmad Rustan

ANOATIMES.ID, KENDARI – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) melalui perwakilannya di Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini tengah intens melakukan pemantauan terhadap Tenaga Kerja Asing (TKA) yang ada di Sultra. Seperti diketahui di Sultra sendiri telah banyak masuk TKA dan bekerja di beberapa perusahaan pertambangan.

Pelaksana tugas (Plt) ORI Perwakilan Sultra, Ahmad Rustan kepada anoatimes.id mengatakan ORI secara resmi melakukan pemantauan terhadap TKA mulai September 2017, dan itu merupakan instruksi dari ORI Pusat.

Baca Juga : Resmi Dibuka, ini Tujuan Festival Bokori 2017

“Kita resmi pantau TKA sejak September 2017 ini,” ujar Ahmad Rustan, Sabtu (28/10/2017) kemarin.

Menurut Ahmad Rustan, persoalan TKA merupakan persoalan yang serius dan perlu di sikapi dengan sangat serius, sebab dengan maraknya TKA yang masuk ke Indonesia khususnya ke Sultra kita menduga ada mala administrasi di dalamnya.

“Dugaan kami seperti hipotesa yang ada di masyarakat bahwa ada dugaan mala administrasi di balik banyaknya TKA yang masuk ke Sultra, misalnya visa kunjungan di gunakan untuk bekerja, itukan tidak boleh,” kata Ahmad.

Lanjut, Lebih detail Ahmad menjelaskan tidak ada penolakan terhadap masuknya para TKA selagi masuknya sesuai prosedur dan peraturan perudang-undangan yang berlaku di Indonesia.

“Sebenarnya tidak menolak selagi masuknya sesuai prosedur,” jelasnya.

Didalam undang-undang ketenagakerjaan TKA boleh di pekerjaan apabila suatu bidang pekerjaan tersebut membutuhkan keahlian khusus yang tidak dimiliki oleh tenaga kerja lokal.

“Namun kalau TKA mengerjakan pekerjaan seperti menskopang, bawa mobil, itukan bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lokal. Kalau pekerjaan tersebut dikerjakan TKA berarti SDM kita tidak sanggup mengerjakan pekerjaan itu,” ungkapnya.

“Saat ini kami masih melakukan pengumpulan data-data terkait para TKA yang ada di Sultra. Apabila di temukan adanya mala administrasi maka kami akan proses dan membuatkan rekomendasi kepada pihak yang berwenang untuk dilakukan deportasi” katanya.

Laporan : Awi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here