Pandemi Covid-19, PEMIRA UHO Gunakan Aplikasi SIAKAD

oleh -38 views
Rektorat UHO

ANOATIMES. ID, KENDARI– Tahun ini Pelaksanaan Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (PEMIRA) Uiversita Halu Oleo (UHO) dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, bertepatan dengan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Untuk tetap melaksanakan PEMIRA di tengah pandemi Covid-19, UHO menggunakan aplikasi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) yang rencananya akan dilaksanakan hari Kamis (3/12/2029). Di mana kurang lebih 40 ribu mahasiswa UHO akan menyalurkan hak pilihnya untuk memilih calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Wakil Ketua BEM UHO, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), calon Ketua BEM Fakultas dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).

Rektor UHO, Prof Muh Zamrun Firihu menyebut, pemilihan ini sebagai implementasi Peraturan Rektor Nomor 853 a tentang Organisasi Kemahasiswaan UHO, yang dilakukan serentak di semua fakultas.

Ia menuturkan, dengan tujuan mewujudkan pendidikan demokrasi bagi mahasiswa, sehingga dapat memilih dan melahirkan pimpinan lembaga kemahasiswaan yang berkualitas, berintegritas, dan amanah.

“Selaku pimpinan universitas, saya sangat mengharapkan PEMIRA yang berlangsung dari tahun ke tahun ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan mekanisme yang ada,” ujarnya, Rabu (2/12/2020)

Rektor juga menepis isu bahwa pihak birokrasi kampus selalu mengintervensi hasil keputusan PEMIRA.

“Tidak benar adanya isu itu, saya selaku rektor telah berkomitmen untuk tidak mengintervensi hak suara mahasiswa. Biarkan mekanisme berdemokrasi mahasiswa berjalan dengan baik. Saya juga sudah menginstruksikan kepada pejabat, tenaga pendidik dan kependidikan UHO untuk tidak bermain-main dalam PEMIRA ini. Biarkan mahasiswa memilih sesuai hati nuraninya,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kerja (Panja) PEMIRA UHO 2020, Laode Asfahyadin Aliddin mengatakan, seluruh tim yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan ini, baik Panja, Tim IT, MSOK, Panitera, KPURM, maupun BAWASRA, telah mengerahkan segala kemampuan yang ada untuk menyukseskan PEMIRA kali ini.

“Kita sudah diberikan amanah oleh Rektor UHO, akan bekerja dengan sebaik-baiknya tanpa adanya tendensi atau kepentingan pihak tertentu,” katanya.

Laode Asfahyadin Aliddin menjelaskan, PEMIRA dengan cara E-Voting ini sudah digelar kampus hijau itu sejak 2017 lalu. Namun, ada hal yang berbeda dari PEMIRA kali ini, dimana pada PEMIRA sebelumnya mahasiswa menyalurkan hak suara langsung pada system E-Voting di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di masing-masing fakultas.

“PEMIRA kali ini mekanisme pemilihan didesain menggunakan system E-Voting melalui aplikasi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) yang dapat diakses melalui handphone dan laptop agar mahasiswa dapat menyalurkan hak suara di tempat mereka masing-masing,” tuturnya.

Dengan demikian, lanjut dia, maka fungsi KPPS ditiadakan dan digantikan dengan system. Penyaluran hak suara sendiri dilakukan mulai pukul 09.00 – 13.00 WITA dan hasil perolehan suara akan disampaikan oleh Rektor UHO pukul 16.00 WITA.

“Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan masa pada saat penyaluran hak suara yang dapat memicu penularan Covid-19,” paparnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, alur pemilihan kali ini dilakukan dengan beberapa langkah, dimulai dari mahasiswa login ke SIAKAD untuk mendapatkan TOKEN yang selanjutnya akan digunakan sebagai password masuk pada aplikasi E-Votting untuk memilih calon yang didukungnya.

“Kita punya server baru. Kecepatannya 1.000 megabite perdetik,” ujarnya.

Ketua KPUM Siti Mei Indah Sari mengatakan bahwa secara umum Anggota KPUM dan BAWASRA telah mempersiapkan segala administrasi dan atribut yang digunakan dalam PEMIRA kali ini.

Mereka berharap seluruh mahasiswa yang terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) agar menjaga dan menyalurkan suaranya dengan baik.

“Kami secara masif mensosialisasikan tentang mekanisme pemilihan, mulai dari himbauan untuk penggantian Password SIAKAD, ajakan untuk tidak Golput, sampai pada teknik menyalurkan hak suara,” pungkasnya.

Laporan : Rizki
Editor : Jayusman