PDIP Usung Siapa di Pilgub? Ini Kata Jubir PDIP

oleh -3 views
Lambang PDI Perjuangan. Sumber : google.co.id
Lambang PDI Perjuangan. Sumber : google.co.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Saat ini beberapa figur telah menyatakan kesiapan akan maju sebagai Bakal Calon (Balon) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), dari beberapa figur tersebut diantaranya ada kader-kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sultra seperti Ir Hugua dan Rusman Emba.

Kedua figur tersebut sudah tidak diragukan kemampuan dan pengalaman mereka di dunia perpolitikan. Lantas siapa yang akan di usung PDIP dalam Pilgub 2018 mendatang?

Juru bicara (Jubir) PDIP Sultra, Agus Sanaa mengatakan sejauh ini belum ada arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP tentang arah dukungan pada Pilgub Sultra. Namun dalam memberikan dukungan PDIP selalu mengedepankan hasil survei.

“PDIP selalu mengedepankan hasil survei, ” ujar Agus Sanaa, Sabtu (20/5/2017).

Menurut Agus Sanaa, dalam melakukan survei PDIP akan mensurveri semua figur yang akan maju. Jadi tidak hanya kader saja yang di survei akan tetapi semua figur.

“PDIP terbuka untuk semua, jadi siapapun yang mau mendaftar silahkan. Yang menentukan nantinya adalah hasil survei,” katanya.

Lebih lanjut, Agus Sanaa mengatakan PDIP akan melakukan survei pada Bulan Juni 2017 mendatang, setelah itu penjaringan akan dibuka pada awal Juli. Sedangkan dan Penyaringan akan dilakukan pada Agustus dan September mendatang.

# Seberapa besar peluang Kader dibandingkan non kader

Saat ini, Pengurus PDIP Sultra mengusulkan Ir Hugua sebagai Balon Gubernur namun itu masih sebatas usulan, dan yang menentukan ialah DPP PDIP ketika sudah ada hasil survei.

“Di PDIP juga ada Rusman Emba yang sudah menyatakan akan maju dalam Pilgub 2018 mendatang, selain itu ada juga kader yang potensial seperti Abu Hasan, ” jelasnya.

Lanjut, Agus Saana, PDIP juga selalu memberikan penugasan terhadap kadernya sehingga siapapun yang mendapat penugasan mau tidak mau harus melaksanakannya.

“Kalau hasil survei katakanlah ada kandidat dari luar partai atau non kader mendapat hasil survei 30 persen lalu pak Hugua 25 persen , PDIP bisa mengambil keputusan usung pak Hugua karena hanya 5 persen selisih. Kami yakin selisih 5 persen itu kalau kita kerjakan masih bisa bertarung. Tapi kalau hasil surveinya jauh, yakni dibawa 10 persen lebih, tentu itu sangat sulit kami dorong pak Hugua, maka PDIP tentu mengambil hasil survei yang tinggi walaupun bukan kader. Sama halnya juga dengan Abu Hasan, walaupun dirinya tidak berniat maju namun bila hasil surveinya tinggi dan mendapat penugasan maka dia (Abu Hasan, red) harus melaksanakan tugas, ” ungkapnya.

Laporan : Azwirman

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •