Pembangunan Pasar Sentral Mubar Tunggu Persetujuan Kemenperin

oleh -29 views
Kepala Dinas Perindag Kabupaten Muna Barat (Mubar) Agus Tamin Sujono
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, MUBAR – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) terus menggencot percepatan pembangunan di daearahnya, itu terlihat dari segi perekonomiannya yakni dalam pembangunan Pasar Sentral Mubar. Saat ini pembangunan Pasar Sentral tersebut tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI.

Kepala Dinas Perindag Mubar, Agus Tamin Sujono mengatakan proses perencanaan pembangunan Pasar Sentral Mubar sudah masuk di e-planing. Hanya saja, dalam pembangunan pasar sentral ini diharapkan didapatkan melalui kegiatan Tugas Pembantuan (TP) dan sekarang dalam proses negosiasi dengan pemenrintah pusat dalam hal ini Kemenperin.

“Insya Allah kalau kita dapat dana TP dari Kemenperin, pembangunan pasar sentral moderen ini dipusatkan di Desa Lombu Jaya, Kecamatan Sawerigadi. Kita masih menunggu persetujuan kementerian saja,” kata Agus Tamin Sujono saat ditemui dikantornya, Selasa (2/4/2019).

Kata Agus, untuk proses pembangunan pasar ini masih tergantung pemerintah pusat. Sebab, dalam pembangunan pasar sentral ini tidak dialokasikan pada APBD daerah, melainkan pemerintah daerah berharap anggarannya dari dana TP.

“Untuk total anggaran pembangunan pasar sentral moderen ini kita belum mengetahuinya, kita menyesuaikan saja anggaran yang turun dari pusat saja. Bupati Mubar La Ode M Rajiun Tumada sudah menciptakan ruang untuk bertemu dengan pak Mentri Perindustrian,” tuturnya.

Soal waktu pembangunan pasar sentral apakah dapat dibangun di 2019 ini atau tidak, Agus tidak dapat memastikan sebab di tahun ini Kemenperin masih fokus pada kegiatan pembangunan pasar rakyat.

“Yang jelas kita sudah dapat perintah dari TP untuk membuat satkernya. Insya Allah kalau bukan tahun ini, paling tahun 2020 itu sudah bisa terakomodir,” jelasnya.

Walaupun waktunya belum dapat dipastikan, namun Agus tetap optimis mendapatkan kucuran anggaran dari pemerintah pusat, sebab hasil komunikasi dengan pemerintah pusat, ada peluang untuk dibangun.

“Insya Allah peluang itu sangat besar, tinggal kita masih menunggu waktu untuk bertemu langsung dengan Bapak Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Sebenarnya kita sudah jadwalkan pertemuan beberapa hari yang lalu, hanya saja jadwal pak menteri sangat padat untuk kita bertemu bersama pak Bupati,” ungkapnya.

Untuk diketahui, di tahun 2019 pihaknya baru mendapatkan pembangunan pasar tradisional di Desa Sidamagura, Kecamatan Kusambi. Anggarannya bersumber dari tugas pembantuan (TP) dengan anggaran Rp 4 miliar.

Laporan : Alim Mbar

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •