Pemda Kolut Angkat Bicara Soal “Flying Fox” Penghubung Dua Desa

oleh -49 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Maraknya pemberitaan yang mengangkat soal “flying fox” atau jembatan tali penghubung Desa Tinukari dengan Dusun IV Langgale Desa Maroko di berbagai media, membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) angkat bicara.

Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kolaka Utara, Mukramin mengatakan jembatan Flying Fox yang dibuat oleh masyarakat setempat bukanlah satu-satunya akses penghubung antar Desa Tinukari dengan Dusun IV Langgale Desa Maroko.

“Pemda sudah bangun jembatan penghubung antara Desa Tinukari dan Dusun IV Maroko, jaraknya 3 Km dari jembatan tali tersebut,” ujar Mukramin, Senin (7/8/2017).

Mengapa Pemda Tak Bangun Jembatan di titik jembatan tali?

Menurut Mukramin ada beberapa asalan sehingga Pemda tidak membangun jembatan di titik jembatan tali, diantaranya pemda telah membangun jembatan penghubung
penghubung Desa Tinukari dan Dusun IV Langgale Desa Maroko yang jaraknya 3 Km dari jembatan tali tersebut, kemudian lokasi tersebut masuk ke dalam wilayah hutan lindung, dan juga soal anggaran.

“Sudah ada jembatan penghubung, kemudian wilayah itu hutan lindung yang tak bisa dibangunkan jembatan. Selain itu juga, dalam membangun sebuah jembatan baru lagi harus melihat efisiensi anggaran dengan efisiensi penggunaan,” jelasnya.

Laporan : Awi

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •