Pemerintah Diminta Evaluasi Keberadaan PT Hofmen

oleh -19 views
Massa aksi dari KAPITAN SULTRA saat diterima oleh Kabid Minerba EDSM Sultra, Yusmin
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Peluang investasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memang sangatlah besar bagi para pengusaha yang di bidang penambangan. Tidak hanya penambangan nikel, emas melainkan juga bebatuan. Tingginya peluang investasi tersebut haruslah dibarengi dengan peran pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan beroperasinya perusahaan – perusahaan di wilayah Sultra.

Pemerintah harus tegas terhadap perusahaan – perusahaan yang terindikasi melanggar aturan yang telah diberlakukan. Bila tidak kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Sultra akan terus dikeruk tanpa adanya kontribusi ke daerah.

Selasa, (21/05/2019) KAPITAN SULTRA menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sultra. Mereka meminta kepada Dinas ESDM untuk melakukan monitoring terhadap salah satu perusahaan penambang batu di daerah moramo utara, Kabupaten Konawe Selatan.

Dalam pernyataan sikapnya KAPITAN SULTRA membeberkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Hofmen Energi Perkasa diantaranya PT Hofmen disinyalir masih melakukan usaha produksi dan bongkar muat di pelabuhan Tersus miliknya tanpa dilengkapi izin lokasi, izin pembangunan, izin pengoperasian tersus. “Dan telah melakukan pengrusakan lingkungan biota mangrove dan ekosistem laut karena di duga membangun jetty dengan menambah luas lahan tanpa adanya kasjian Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL),” ujar Jenderal Lapangan KAPITAN SULTRA, Asrul.

Menanggapi itu, Dinas ESDM Sultra melalui Kabid Minerba, Yusmin mengatakan bakal melakukan pemanggilan terhadap PT Hofmen.

Hingga berita ini dipublis, redaksi anoatimes.id belum dapat mengkonfimrasi pihak PT Hofmen.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •