Pemerintah Wakatobi Genjot Pembangunan Laut dan Darat

oleh -248 views
Mater Plan Demaga Wanci
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, WAKATOBI – Pemerintah Kabupaten Wakatobi dibawah kepemimpinan Arhawi dan Ilmiati Daud terus berupaya membangun infrastruktur penunjang perekonomian masyarakat. Salah satunya pembangunan dermaga penyeberangan antar pulau.

Memasuki tahun 2019, urusan kepelabuhanan Kabupaten Wakatobi tidak mesti lagi harus beurusan di Kantor Kepelabuhanan Baubau. Nantinya, di Kabupaten Wakatobi akan berdiri sendiri kantor kepelabuhanan yakni Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas Tiga Wakatobi dengan wilayah kerja Kaledupa, Tomia dan Binongko.

Baca Juga : DP3APMD Kabupaten Wakatobi Membangun Masyarakat

“Atas perjuangan Bupati Wakatobi (h Arhawi), maka di tahun 2019 nanti kita akan mandiri dan putus dari Bau-bau, oleh karenanya merupakan suatu kebanggaan masyatakat kita karena yang dulunya urusan kesahabandaran harus menyebrang ke Bau-bau di tahun depan sudah di Wakatobi,” Kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Wakatobi, Hariadin. Pemisahan urusan Kepelabuhanan tersebut berdasarkan Peraturan Mentri Perhubungan No 77 Tahun 2018 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Penyelenggara Pelabuhan.

A. Peningkatan Tiga Dermaga Very

Master Plan Dermaga Kaledupa

Dengan misi perdagangan antar Pulau, Hariadin mengungkapkan di Kabupaten Wakatobi mesti ada dua dermaga Standar untuk melayani para pelaku usaha dibidang kepelabuhanan. Olehnya itu telah digagas Pelabuhan Wanci dan Numana sebagai pelabuhan standar untuk melayani kebutuhan masyarakat dalam ekspor dan impor antar pulau dan luar daerah.

Sesuai perencanaan Dinas Perhubungan, Pelabuhan wanci akan dipusatkan pada pengiriman keluar dengan sasaran Taliabo, Kendari, dan Bau-Bau yang akan dirancang dengan nuansa pelabuhan Wisata. Sementara untuk Dermaga Numana, akan difokuskan pada pelayanan antar pulau di Wakatobi dalam rangka memperkuat pelabuhan pengumpul.

“Dengan adanya Dua kesiapan dermaga ini, idealnya adalah semua produk antar pulau, Kaledupa, Tomia dan Binongko, itu akan diantar melalui pelabuhan Numana memperkuat pelabuhan Pangulubelo untuk mengekspansi prodak khas kita keluar,” terang Hariadin.

Fokus Kepelabuhanan Antar Pulau

Master Plan Dermaga Wanci

Hingga kini Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi telah mendorong pelabuhan antar pulau yaitu Pelabuhan Dermaga Very Kaledupa, Tomia dan Binongko. Titik Star untuk Kaledupa dimulai dari Dermaga Ambeua. Menurut Hariadin, Ambeua merupakan pusat penggerak ekonomi Kaledupa yang akan dirancang bukan hanya sebagai tempat bongkar muat, namun juga akan didesain sebagai dermaga dengan nuansa Wisata, kendati jarak dengan Pulau Hoga yang dekat.

Begitu pula dengan Dermaga Very Tomia dan Binongko, Perencanaanya akan bernuansa ala Wisata. Kendati rencana pembangunan ketiga pelabuhan tersebut membutuhkan anggaran yang besar, maka akan direalisasikan secara bertahap oleh Pemda Wakatobi melalui Dinas Perhubungan.

“Andai kita itu ada anggaran kita akan bangun satu kali sekaligus, namun kami juga, pemerintah sadar bahwa membangun infrastruktur ini membutuhkan anggaran yang banyak dan harus mematuhi mekanisme yang ada, olehnya itu butuh kehati-hatian,” tutur Hariadin.

Lanjut, Hariadin menuturkan jika pembangunan telah direalisasikan, maka dapat mengahasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dari jasa pelayanan retribusi kepelabuhanan.
Untuk diketahui, PAD Dinas Perhubungan telah meningkat dari angka Rp 70 juta pada tahun 2017 lalu, menjadi Rp 80 juta lebih pada tahun 2018 ini.

Master Plan Dermaga Tomia

B. Pembangunan di Daratan

Tidak hanya akan membanguna tiga dermaga, Dinas Perhubungan Kabupaten Wakatobi juga telah memasang rambu-rambu jalan yang disebar di jalan Nasional arah Bandar Udara Matahora, walaupun dengan kondisi anggaran yang terbatas. Kemudian, sebanyak 105 unit penerang lampu jalan akan segera direalisasikan, dan ditahun 2019 akan ditambah sebanyak 150 unit lagi.

Tak hanya itu, Bupati Wakatobi didampingi Kepala Dinas Perhubungan meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Perhubungan untuk diberikan Trafigh Light (Lampu merah) yang bakal dipasang diempat titik, Bundaran Pangulu Belo, Jalan Jendral Ahmad Yani (depan pos lantas), Jalur masuk Pelabuhan Very Kamaru, dan Perempatan Rujab Bupati Wakatobi, sambil meminta tambahan penerangan lampu jalan sebanyak 500 Unit yang akan disebar ditiga Pulau lainya, Kaledupa, Tomia dan Binongko.

“Dengan adanya realisasi trafig light ini nantinya, saya akan berkordinasi dengan Polisi Lalu Lintas untuk melakukan rekayasa lalu lintas, sehingga masyarakat dapat mematuhi dan pahan mengenai kode rambu-lalu lintas dan hal itu juga dapat mencegah terjadinya kecelakaan Lalu lintas,” ungkap Hariadin.

Master Plan Dermaga Very Numana

Sesuai kewenangan Dinas Perhubungan dalam hal uji kelayakan kendaraan bermotor, maka akan disiapkan sarana prasarana pada tahun 2019, yang kini telah masuk dalam program.

Karena Wakatobi masuk dalam kawasan Pariwisata Nasional, maka yang paling urgen menurut Hariadin adalah sarana prasarana transportasi dengan simbol keselamatan, dan pengintegrasian Laut, Darat dan Udara sebagai satu kesatuan dan diberikan jepastian.

“Katakanlah orang mau ke tomia, itu harus dipastikan, dari Jakarta lewat Bandar Udara Soekarno Hatta, tiba di Kendari berapa menit, tiba di Matahora berapa menit, dan dijemput pakai kendaraan apa, Dibawa Kemana, Misalkan dari pelabuhan Numana dibawa ke tomia lewat kapal apa, dan harus seperti itu mindset nya itulah yang namanya transportasi apa, itulah namanya transportasi terintegrasi dan harus di berikan kepastian berapa sewanya dan bagaimana pelayanannya yang tentunya harus didahului dengan sarana prasarana yang memadai,” terang Hariadin

Laporan : Syaiful

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •