Pemilihan Atlet O2SN Sultra Diduga Tidak Prosedural

oleh -13 views
Amril Sabara bersama atlet atletnya saat menjuarai O2SN tingkat SD untuk Kota Kendari. Foto : Istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Nasional untuk Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) bakal diselenggarakan pada 26 – 28 Agustus 2019 mendatang di Kota Semarang.

Di ajang tersebut, para siswa – siswi utusan Provinsi se – Indonesia akan bertanding di masing – masing cabang olahraga. Provinsi Sultra menjadi salah satu peserta O2SN tersebut.

Namun, menjelang pelaksanaan yang tinggal menghitung hari itu, muncul dugaan pemilihan Atlet yang tidak prosedural pada tingkat Provinsi. Khususnya pada cabang olahraga Karate tingkat SD.

Salah satu pengurus Forki Sultra, Amril Sabara kepada awak media mengatakan dirinya menduga dalam pemilihan atlet tingkat SD yang tidak prosedural, sebab ada tahapan yang tidak lakukan yakni tidak diselenggarakannya seleksi tingkat provinsi.

“Tidak ada seleksi, ini langsung, penunjukan langsung dua daerah untuk wakili Sultra yaitu Kabupaten Kolaka Utara dan Kota Baubau,” kata Amril Sabara di kediamannya, di Kendari, Jumat (24/8/2019).

Menurut Amril Sabara, seharusnya atlet yang akan mewakili Sultra pada O2SN terlebih dahulu diseleksi. “Saya tanyakan ke dinas pendidikan katanya tidak ada anggaran untuk melaksanakan seleksi, tapi kok tiba – tiba ada penunjukan langsung,” geram Amril Sabara.

Amril berharap pihak pemerintah harus lebih profesional dalam melakukan pemilihan atlet untuk mewakili Sultra, sebab ajang O2SN merupakan ajang nasional dimana semua provinsi ikut berlaga.

“Dampaknya langsung ke para atlit. Mereka (atlet, red) bisa kecewa, mereka giat berlatih untuk dapat berprestasi malah sepeti ini. Kasian adik – adik kita,” ungkapnya.

“Seperti murid – murid saya, di Seleksi O2SN tingkat SD di Kota Kendari mereka menjadi pemenang. Tapi tingkat Provinsi tidak diadakan. Tiba – tiba main tunjuk atlet yang akan mewakili,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Asrun Lio yang coba di konfirmasi via seluler belum mengangkat telfonnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •