Pemilihan Ketua Fossmat: Kubu Hasniati Tolak Penetapan Hermafito

oleh -1 views
La Ode Mansur (ujung Kiri dan Wa Ode Hasniati (kanan) bersama beberapa rekannya menunjukan penolakan penetapan Hermafita sebagao Ketua Fossmat
La Ode Mansur (ujung Kiri dan Wa Ode Hasniati (kanan) bersama beberapa rekannya menunjukan penolakan penetapan Hermafita sebagao Ketua Fossmat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Forum Studi dan Silaturahmi Mahasiswa Tomia (Fossmat) Kendari, beberapa waktu lalu telah melakukan pemilihan ketua umum untuk periode 2017/2018 yang hanya terdapat dua calon yakni Wa Ode Hasniati dan Hermafito, namum pada saat proses pemungutan suara hingga penetapan salah satu calon ketua dipersoalkan, pasalnya dalam pagelaran demokrasi tersebut terdapat banyak kejanggalan yang terjadi.

Hal tersebut memicu beberapa kelompok paguyuban yang ada dalam tubuh Fossmat secara terang-terangan menolak keputusan yang ditetapkan oleh pimpinan sidang saat itu.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Tim Pemenangan Wa Ode Hasniati, La Ode Mansur, sebenarnya kami tidak akan bersikeras akan penolakan ini, jika keputusan yang ditetapkan pimpinan sidang itu sesuai dengan prosedur. Hal itu disebabkan ketidak sinkronnya sebelum dihitung dan sesudah dihitung perolehan suara yang ada di dalam kotak suara.

“Bukannya ketika sebuah data yang valid itu harus memiliki sinkronisasi yang signifikan, tapi yang terjadi saat pemilihan itu, sangat tidak betul tindakan yang dilakukan pimpinan sidang,” ungkap Mansur.

Surat suara yang disediakan panitia, lanjutnya, sebanyak 500 lembar sedangkan yang terpakai berdasarkan daftar hadir sebanyak 419 dan sisa surat suara sebanyak 80 serta selisihnya 1 surat suara, dan pada saat itu disepakati bersama kalau surat suara yang terpakai sebanyak 420.

“Kalau sesuai absen pemilih surat suara yang terpakai 419, tapi karena hanya selisih 1 maka disepakati bersama bahwa surat suara yang terpakai sebanyak 420, tidak hanya sampai disitu, karena saat perhitungan suara justru memiliki selisih sebanyak 13 surat suara yang tidak di ketahui dimana keberadaannya, pada saat itu Wa Ode Hasniati memperoleh 182 suara dan Hermafito 221 suara serta suara tidak sah terdapat 4 suara, jadi kalau di akumulasi suara yang ada pada kotak suara sebanyak 407 dari 420 suara, serta terdapat temuan beberapa pemilih diberikan lebih dari satu surat suara oleh panitia,” bebernya.

Kemudian, tambahnya, pemindahan lokasi yang langsung disarankan oleh pimpinan sidang dengan berbagai macam alasan, sehingga ditetapkan langsung oleh pimpinan sidang untuk di lakukan perhitungan suara di kompleks Water dengan catatan kotak suara dikawal oleh para saksi dari kedua calon.

“Namun herannya pada saat pemindahan lokasi perhitungan suara, ada salah satu mobil anggota yang di sarankan untuk digunakan sebagai transportasi saat pemindahan kotak suara tersebut, dan setelah hampir seluruh anggota telah meninggalkan lokasi pertama, muncul kabar bahwa mobil yang ditumpangi para saksi beserta kotak suara itu sedang mogok, dan anehnya mogoknya lagi saat parkir dengan alasan kehabisan bensin, selang kurang lebih 15 menit muncul kedua saksi di Water namun tanpa kotak suara,” tutur Mansur.

Parahnya lagi, jelas Mansur, walaupun terdapat beberapa kejanggalan yang kasat mata, tapi pimpinan sidang tetap bersikukuh untuk menetapkan saudara Hermafito sebagai ketua terpilih, padahal itu sangat melanggar aturan yang ada dalam tubuh Fossmat sendiri.

“Karena hal ini telah cacat secara aturan, sehingga dengan ini saya mewakili tim pemenang Wa Ode Hasniati dan seluruh paguyuban lokal Tomia mengangkat saudari Wa Ode Hasniati sebagai Ketua Umum Fossmat Periode 2017/2018,” tegasnya.

Laporan: Riswan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •