Pemilik SPBU Satu Harga di Desa Lanowatu Sudah 2 Kali Disurati Pemda

oleh -5 views
Kabag Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Ihwan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Dugaan adanya mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Satu Harga di Desa Lanowatu, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) harus diungkap, keresahan masyarakat yang tidak kebagian BBM sudah pada batas kesabaran mereka. Pemerintah Kabupaten Konkep pun langsung bersikap.

Melalui Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Pemerintah Kabupatan Konkep melayangkan surat kepada pemiliki SPBU Satu Harga, Cv Yudivia Energi Pratama. “Kita akan panggil pemiliknya dalam hal ini CV Yudivia Energi Pratama untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan mafia bbm dan keseriusanya dalam memberikan pelayanan BBM masyarakat di Konkep,” kata kabag Administrasi Perekonomian dan SDA, Ihwan saat dijumpai diruang kerjanya, Rabu (31/7/2019).

Rupanya, keluahan terhadap pelayanan yang dilakukan oleh SPBU Satu Harga di Dewa Lanowatu ini sudah pernah di soal. Pasalnya, surat klarifkasi yang dilayangkan pemerintah ke CV Yudivia kali ini, merupakan surat klarfikasi yang ke dua kalinya.

“Ini sudah dua kali kami layangkan surat untuk klarifikasi terkait pelayananya,” kata mantan Sekertaris KPU Konkep ini.

Di tempat yang berbeda, salah seorang warga, Arbain mengatakan BBM yang seharusnya diperuntukan untuk masyarakan justru dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang mencoba maraup keuntungan yang besar.

“Dimanfaatkan oknum tertentu untuk dilakukan penimbunan BBM dengan jumlah yang sangat besar dan kemudian diberikan kepada para pengelola proyek dengan harga yang fastastis besar untuk mendapatkan keuntungan yang besar pula,” kata Arbain.

“Ini hak kami, tapi di manfaatkan oknum tertentu dan di jual ke pihak proyek, lebih baikmi tidak ada ini SPBU dari pada kita sakit hati karena hak kami dimanfaatkan oknum tertentu,” ungkap Arbain dengan nada kesal.

Laporan : Jovi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •