Pengamat: Di Golkar, Rusman Lebih Berpeluang Dibanding Asrun

oleh -106 views

ANOATIMES.ID, KENDARI – Pasca Ketua DPD I Partai Golkar Sultra, Ridwan Bae memutuskan mundur dari kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang dalam Rapat Pimpinan Khusus Daerah (Rapimdasus) Sultra beberapa saat lalu.

Muncul dua nama yang diusulkan oleh DPD II Partai Golkar se-Sultra ke DPD I yaitu Rusman Emba dan Asrun.

Rusman dan Asrun Mana yang Lebih Berpeluang ?

Pengamat Politik Universitas Halu Oleo (UHO) Dr Bahtiar mengatakan dari dua nama yang diusulkan oleh DPD II Partai Golkar Se-Sultra, antara Rusma Emba dan Asrun sama-sama punya peluang mendapatkan rekomendasi.

Tetapi, lanjut dia, yang sangat besar mendapatkan peluang adalah Rusman Emba dengan segala pertimbangan dan perhitungan.

“Secara hitung-hitungan Rusman Emba memiliki peluang untuk dapat rekomendasi DPP Partai Golkar pada Pilgub mendatang, dia adalah orang yang besar di Golkar pada masa lampau,” kata Bahtiar saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (26/09/2017).

“Rusman menjadi anggota DPRD Muna dulu melalui Golkar, menjadi ketua DPRD Sultra juga karena Golkar jadi ini salah satu pertimbangan,” sambungnya.

Dekan FISIP UHO ini juga menilai berbeda dengan Rusman, potensi Asrun mendapatkan Golkar sangat kecil, sebab Asrun saat ini sudah besar peluangnya mendapatkan partai PAN.

Ia melanjutkan, untuk mendapatkan partai di luar PAN, Asrun sudah tidak sekuat kandindat lain dan tidak akan sengotot calon lain.

“Asrun sudah hampir bisa dipastikan dapat PAN jadi tidak akan ngotot seperti yang lainnya untuk mendapatkan rekomendasi partai apalagi demi Golkar,” terangnya.

Namun jelas dia, kemunduran Ridwan justru menguntungkan Rusman Emba. Sebab kata dia terlepas dari ikatan emosional keduanya, Rusman punya kekuatan dan Golkar sudah mempertimbangkan semuanya usai mengeluarkan dua nama tersebut.

“Rusman ini harus serius berkomunikasi pada DPP Golkar pasti arah rekomendasi ke dia. Saya yakin kedua nama tersebut keluar karena keduanya punya peluang untuk menang pada Pilgub 2018 dan itulah yang diperhitungkan oleh Golkar,” tegas mantan WR 3 UHO ini dengan serius.

Senada dengan Dr Bahtiar, Prof Eka Suaib juga menilai pemilihan dua nama tersebut sudah diperhitungkan oleh Partai Golkar dan ke duanya memiliki peluang bakal memenangkan kontestasi pada Pilgub 2018 mendatang.

“Golkar sepertinya melihat ke duanya masih punya energik untuk bisa menang yang satu adalah kader daerah dari daratan (Asrun, red) dan yang satu kepala daerah asal kepulauan (Rusman Emba, red). Yang saya baca rekomendasi ke DPP dikeluarkan pada kedua figur inilah karena keduanya punya peluang menang,” kata Prof Eka saat ditemui di FISIP, Selasa (26/09/2017).

Ketua Jurusan Ilmu Politik FISIP UHO ini juga mengungkapkan kedekatan emosional antara Rusman Emba dan Ridwan Bae tidak mempengaruhi rekomendasi ke tangan Rusman.

Ia merincikan nama Rusman Emba keluar karena ia (Rusman Emba, red) memang masih punya power di Sultra.

“Rusman mewakili representatif kaum muda juga posisi ia juga masih punya daya magnet untuk memikat elektoral. Dan masih memiliki kekuatan membesarkan parta Golkar nanti,” bebernya.

“Yang pastinya masih akan berubah ini konstalasi politik, peluang-peluang politik masih bisa terjadi. Tergantung peta koalisi yang harus diperhitungkan Golkar. Pasti menghitung dua kepentingan yakni jangka pendek dan jangka panjang,” tambahnya.

Mantan ketua HMI cabang Kendari ini melihat, yang menarik dalam Pilgub ini adalah kemunculan Rusman Emba yang belum lama menjabat sebagai Bupati kembali maju di Pilgub.

“Rusman Emba ini diuntungkan oleh keputusan MK tidak mundur dari jabatannya. Kalaupun Rusman tidak menang nantinya maka menjadi perhitungan tersendiri dikalangan elit politik jadi ini adalah investasi jagka panjang yang dilakukan oleh Rusman Emba,” tutupnya.

Laporan : Rahmat R