Pengamat : Rusman Berpeluang Besar di Pilgub Sultra

oleh -37 views
LM Rusman Emba saat Visi Misi di PDIP Sultra beberapa saat lalu. Foto : Istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Majunya LM Rusman Emba sebagai salah satu bakal calon (balon) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2018-2023 dinilai sebagaian masyarakat tidak serius, namun belakangan Rusman Emba yang tidak lain ialah Bupati Kabupaten Muna menunjukan keseriusan dirinya dengan melakukan pendaftaran di beberapa Partai Politik, tidak hanya itu, bentuk keseriusan Rusman Emba juga ditunjukannya dengan dirinya memasang baliho di titik-titik strategis di 17 Kabupaten/Kota di Sultra.

Bagaimana pendapat pengamat soal peluang Rusman Emba dalam Pilgub?

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Dr Bahtiar menilai diantara beberapa figur mencalonkan diri sebagai balon Gubernur Sultra, Rusman Emba memiliki peluang yang besar.

“Rusman Emba inikan Bupati, dia (Rusman Emba, red) pernah mengikuti kompetesi Pilkada Muna jadi memang benar dia masih punya kekuatan politik,” ujar Bahtiar, Kamis (27/7/2017).

Selain diuntungkan dengan jabatannya sekarang, lanjut Bahtiar menjelaskan Rusman Emba juga memiliki karir perpolitikan yang cemerlang, itu dibuktikan dengan dirinya telah menempati sejumlah jabatan mentereng.

“Dia (Rusman, red) pernah menjadi angota DPRD Muna, Ketua DPRD Provinsi bahkan menjadi Anggota DPD-RI. Dengan posisi tersebut tentu pengalaman Rusman Emba tidak diragukan lagi,” terang mantan Wakil Rektor III UHO tersebut.

Senada dengan Dr Bahtiar, Dr Eka Suaib juga menilai diantara empat (4) figur yang mencalonkan diri dan berasal dari Kabupaten Muna yakni Ridwan Bae, Rusman Emba, Supomo dan Abdul Rahman Farisi (ARF), figur Rusmanlah yang lebih berpeluang.

“Kelihatannya kalau misalnya dipetakan, kemampuan personal leadership dari nama-nama itu tampaknya Rusman Wajar. Sebab katakan Supomo itu cukup bagus tetapi figur ini belum terlalu banyak dikenal,” ungkapnya.

Kemudian, figur ARF merupakan figur yang cukup cerdas tetapi kerja-kerja politiknya masih belum, sehingga atas dasar ini sepertinya Rusman Emba berani untuk maju.

Lanjut, Eka Suaib juga melihat, tampaknya Ridwan Bae tidak terlalu serius untuk mencalonkan diri.

“Katakanlah seperti di Demokrat tidak melengkapi berkas yang diminta. Kemudian di PDIP juga tidak datang saat pemaparan visi-misi balon gubernur. Jadi ini mungkin yang dibaca oleh Rusman Emba untuk maju bertarung,” jelasnya.

Ketua jurusan Ilmu Politik FISIP UHO ini memprediksi bahwa Rusman melihat peluang harus ada keterwakilan figur dari Kabupaten Muna untuk maju pada perebutan kursi orang nomor satu di Sultra ini.

Lantas Bagaimana dengan status Rusman sebagai Bupati Muna?

Menurut Dr Bahtiar dan Eka Suaib, dalam momentum Pilgub 2018 ini, Rusman Emba diuntungkan dengan peraturan yang mana seorang kepala daerah ketika hendak maju dalam Pilkada di suatu wilayah tidak perlu mengundurkan diri, yakni hanya sebatas cuti atau non aktif.

“Rusman sebagai Bupati Muna diuntungkan oleh aturan jika maju pada Pilgub statusnya hanya sebatas cuti saja, mungkin jika gagal maka ini akan menjadi investasi politik jangka panjang yang dilakukan oleh Rusman Emba. Setidaknya dia adalah figur yang pernah bertarung di Pilgub Sultra,” tandasnya.

Dr Bahtiar menilai pencalonan Rusman Emba sebagai Cagub tidak akan terlalu mempegaruhi kepemimpinanya sebagai Kepala Daerah di Kabupaten Muna.

“Jika dia punya niatan maju pada Pilgub 2018 itu tidak akan mempengaruhi kepemimpinnya, sebab masih dalam wilayah Sultra dan akan Wakil Bupati Muna dan Sekda yang bisa membantu kerja-kerja pemerintahan nantinya selama dia (Rusman, red) cuti kampanye nanti,” katanya.

Laporan : Rahmat R

Editor : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •