Penyidik Tetap Periksa Warga Wawonii, Komnas HAM RI Bakal Surati Mabes Polri

oleh -164 views
Surat Perintah Membawa Saksi, bernama Jasmin yang dikeluarkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra. Foto : Istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Satu dari 20 warga wawonii penolak tambang di Kabupaten Konawe Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Minggu (24/11/2019) sekitar pukul 17.00 wita, dikabarkan dijemput oleh sejumlah penyidik Polda Sulawesi Tenggara. Warga tersebut bernama Jasmin, ia dijemput penyidik di kediaman kakaknya di Kota Kendari dikarenakan Jasmin tidak menghadiri dua kali panggilan sebagai saksi.

Aktivis penolak tambang di Wawonii, Mando Maskuri membenarkan bawha Jasmin telah dibawa oleh penyidik. “Jasmin dijemput karena panggilan pertama dan ke dua tidak dihadiri. Sekitar 5 sampai 6 orang polisi datang ke rumah kakaknya di Kendari,” ujar aktivis wawonii penolak tambang, Mando Maskuri via seluler kepada anoatimes.id, Minggu malam.

Jasmin dan 19 warga wawonii dilaporkan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) melalui Humasnya Marlion atas dugaan perampasan hak kemerdekaan sejumlah karyawan PT GKP yang diikat oleh sejumlah warga wawonii yang kedapatan memasuki lahan warga beserta alat berat PT GKP.

Kala itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI meminta kepada Polda Sulawesi Tenggara untuk menunda sementara waktu pemeriksaan terhadap warga wawonii. “Kami minta polisi menunda pemeriksaan sampai proses negosiasi selesai dilakukan oleh pemerintah,” ujar Ketua Komnas HAM RI, Ahmad Taufan Damanik kepada anoatimes.id saat dihubungi via WhatsApp, Minggu, (24/11/2019) malam.

Namun, rupanya pihak penyidik Polda Sulawesi Tenggara terkesan tidak mengamini permintaan Komnas HAM RI, dan terus melakukan pemeriksaan terhadap warga wawonii. Untuk itu, Komnas HAM RI bakal segera mengirimkan surat ke Mabes Polri. “Kami akan surati Mabes (Polri),” kata Ahmad Taufan Damanik.

“Segera (Komnas HAM RI surati Mabes Polri),” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhart belum memberikan keterangan resmi terkait penjemputan seorang warga wawonii bernama Jasmin.

Laporan : Tim

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •