Peran PT VDNI Dalam Membangun Bangsa, Ciptakan Lapangan Pekerjaan Untuk Ribuan Tenaga Kerja

oleh
Mentri Perindustrian Airlangga Hartarto di dampingi Gubernur Sultra H Ali Mazi saat meresmikan smelter PT VDNI. Foto : Okesultra.com

ANOATIMES.ID, KENDARI – Peran dalam membangun bangsa tidak hanya monoton dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan pula dukungan dari berbagai stake holder termasuk pihak swasta. Salah satu peran pihak swasta ialah dengan membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat, seperti dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang tidak terkaver dalam kepemerintahan.

Seperti yang dilakukan oleh PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI). Perusahaan mega industri yang beroperasi di Kabupaten Konawe tersebut sudah membuka ribuan lapangan pekerjaan bagi warga Kabupaten Konawe, Sultra pada umumnya. Tenaga kerjanyanya ada lokal dan ada asing (asal tiongkok). Berdasarkan data dari PT VDNI, sejak awal pembangunan perusahaan pada 2015 silam dan saat ini sudah ada 7663 pekerja lokal yang telah dipekerjakan di perusahaan PT VDNI.

Dari angka 7663 itu, mayoritas diambil dari tiga kecamatan yang berada disekitar perusahaan yakni Kecamatan Morosi, Bondoala dan Kapoiala. 90 persen lokal dari tiga kecamatan itu dan 10 persennya dari luar tiga kecamatan. Tahun ini, rencananya di Bulan Juli 2019, pihak perusahaan bakal membuka perekrutan tenaga kerja lagi yang bakal ditempatkan di PT Opsidian Stainless Stell (OSS).

Dengan dibukanya ribuan lapangan pekerjaan itu, tentu berdampak pada perekonomian masyarakat. Khususnya bagi para karyawan yang dulunya sama sekali tidak memiliki pekerjaan dan kehidupannya semrawut. Salah satunya dirasakan oleh Sardin. Pria beristri dengan satu anak ini, sangat merasakan perbedaan perekonomiannya bila dibandingkan dulu dan sekarang.

Kepada awak media ini, Sardin bercerita bahwa dulunya dia hanyalah seorang buruh kasar yang tidak menentu penghasilannya, hanya menggantungkan diri pada pemborong pekerjaan bangunan. “Kalau ada pekerjaan dari pemborong ya kami kerja, tapi kalau tidak ada, kita tidak kerja,” kata Sardin, akhir pekan kemarin.

Sardin

Terkadang, kata Sardin, dirinya dan rekan – rekannya kerap melakukan tindak pidana di area tersebut, seperti malakukan aksi pemalakan terhadap warga yang lewat. “Dulu kita minum – mimum sampai melakukan pemalakan,” katanya.

Untungnya sejak dirinya diterima masuk bekerja di PT VDNI dirinyapun perlahan meninggalkan dunia kelamnya yang kerap menghantui dirinya dengan rasa penyesalan. Hingga saat ini dirinya telah memilikil tempat tinggal sendiri tanpa harus menumpang dirumah orang tuanya dan mertuanya. “Dulu saya dan istriku menumpang tinggal dirumah orang tua, kadang dirumah mertua,” turutnya.

Sempat terlintas dalam benaknya, apakah dirinya dapat diterima kerja di perusahaan mega industri tersebut. Sebab dirinya hanya bermodalkan ijasah Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Pernah ada terlintas dipikiran saya, bisakah saya diterima masuk kerja,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, salah satu Ketua Rukun Tetangga (RT) di Desa Purui, Martinus mengatakan di dalam perusahan sudah banyak warganya yang dipekerjakan sekalipun warganya minim pendidikan. “Di sana itu, yang penting mau kerja pasti perusahaan akan menerima apalagi warga lokal,” kata Martinus.

Angka Kriminal Berkurang

Tidak hanya warga yang mendapat manfaat dengan hadirnya PT VDNI di Kabupaten Konawe. Pihak kepolisian pun juga merasa terbantu, sebab dengan hadirnya PT VDNI yang merekrut banyak tenaga kerja khususnya warga kecamatan di sekitar perusahaan, angka kriminalpun menjadi berkurang. Aiptu Lim Lim menuturkan dulunya perkara yang rutin ditangani oleh kepolsian khususnya Polsek Bondoala, ialah perkara pemalakan.

“Anak – anak di sini dulu kalau sudah mabuk mereka pergi hadang orang diperempatan, minta uangnya kalau tidak dikasih mereka pukul. Kan itu menjadi rutinitas mereka sehari – hari dan kami Kepolisian pasti sangat direpotkan,” ujar polisi yang sudah 15 tahun berdinas di Polsek Bondoala itu.

“Alhamdulillah, mereka semua sudah disibukkan dengan kerjaan mereka, karena bila mereka masih seperti dulu pasti pekerjaan mereka yang jelas itu akan terganggu. Contohnya Sardin dulu dia nakalnya minta ampun dan menjadi langganan kami kepolisian, tapi setelah bekerja di PT VDNI sudah berubah tak seperti dulu lagi,” tutupnya.

Laporan : Awi