Perayaan HPS ke 39 Hingga Jeritan Petani di Baubau yang Hasil Panennya Merosot Tajam

oleh -41 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, BAUBAU – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi tuan rumah penyelenggara Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 39. Lokasi HPS bertempat di Kabupaten Konawe Selatan.

HPS dibuka oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dengan dihadiri 16 duta besar negara sahabat dan perwakilan PBB dibidang pangan dan pertanian FAO (Food and Argiculture Organization ) wilayah Indonesia dan Timor Leste, serta para kepala daerah se-Indonesia.

Masing – masing daerah peserta HPS berlomba memamerkan hasil dan olahan pertanian yang menjadi unggulan di daerah masing – masing.

Di sisi lain, di Kota Baubau, para petani di Kelurahan Kampeonaho, Kecamatan Bungi, menjerit hasil panen mereka merosot tajam.

“Musim ini saya hanya menghasilkan 240 kilo gram beras. Biasanya bisa mencapai dua ton lebih per hektarnya,” ujar Lodek, petani di Kampeonaho saat dijumpai di saat di temui penggilingan padi, Sabtu (02/11/2019).

Lodek masih bisa bersyukur, walaupun hasil panennya jauh merosot tajam, dirinya masih bisa melakukan panen, sedangkan sawah yang berdampingan dengan sawahnya justru tidak dapat panen alias gagal panen.

“Bahkan ada petani yang tidak menanam diperiode ke dua 2019 musim tanam ini,” katanya.

Kata Lodek, apa yang dialami petani di Kampeonaho, juga dirasakan petani di Kelurahan Tampuna. Ini Akibat akibat minimnya pasokan air ke sawah akibat kemarau panjang.

“Kami berharap agar pemerintah memberi perhatian dengan membuatkan bendungan dan saluran irigasi, sehingga sawah kita (petani) nanti tidak kekurangan air lagi dan mendapatkan pasokan air yang cukup,” tuturnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Baubau, Muhammad Rais mengatakan pemerintah selalu mengupayakan bantuan dari pemerintah dapat sampai ke para petani tanpa terkecuali. Hanya saja, terbatasnya jumlah bantuan menjadi kendala tersendiri.

“Jadi yang cepat mengusulkan biasanya akan mendapatkan lebih awal. Maka dari itu, kami harap kelompok tani bisa mengusulkan bantuan paling lambat Agustus supaya tidak melewati waktu pembahasan anggaran,” tutur Rais dikonfirmasi di Kantor Setda Baubau.

Rais menerangkan, bantuan PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian) bagi petani itu digelontorkan pemerintah pusat yakni Kementerian Pertanian. Namun sebelum diusulkan, pihaknya terlebih dahulu menginventarisasi jenis-jenis infrastruktur yang perlu dibantu.

“Sebelum kita teruskan ke Kementerian Pertanian, kita akan lihat dulu di lapangan apa-apa yang dibutuhkan petani,” ungkap Rais.

Laporan : Jumdin

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •