Persoalan Tumpang Tindih IUP di Konut Tak Kunjung Tuntas

oleh -13 views
Pimpinan 11 perusahaan yang IUPnya tumpang tindih dengan IUP PT Antam
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Hingga saat ini persoalan Tumpang Tindih Izin Usaha Pertambangan (IUP) antara PT Aneka Tambang (Antam) Tbk dengan 11 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Konawe Utara (Konut) belum menemui titik akhir.

Jumat, (8/11/2019), Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memanggil PT Antam dan 11 perusahaan tersebut. Pertemuan terjadi di Aula Bahtramas Kantor ESDM. Pertemuan di gelar tertutup dari awak media. Usai pertemuan Kepala Dinas ESDM maupun Kepala Bidang (Kabid) Minerba tidak dapat ditemui awak media.

Namun, dalam isi surat undangan dari Dinas ESDM pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut hasil rapat pada 11 Juli 2019 lalu tentang penyelesaian permasalahan Tumpang Tindih IUP.

Usai pertemmuan pihak PT Antam langsung meninggalkan Dinas ESDM. Ditempat berbeda perwakilan 11 perusahaan, Sony kepada awak media mengatakan dirinya dan rekan – rekan perusahaan lainnya mengapresiasi langkah yang dilakukan Dinas ESDM dalam menyelesaikan persoalan.

“Kita sangat mensyukuri adanya pertemuan ini, karena selama ini kami tidak pernah di dengar terkait masalah yang ada di sana (lokasi penambangan,” ujar Sony.

Sony menjelaskan bahwa perusahan yang ia pimpian dan 10 perusahaan lainnya memiliki legalitas perizinan dan administrasi lainnya. “Secara administrasi kami juga punya dokumen , IUP dan izin – izin lainnya,” katanya.

Direktur PT KMS ini juga menjelaskan bahwa dalam putusan Mahkamah Agus 2014 tidak ada kalimat yang menegaskan bahawa iup – iup lainnya haeus di cabut. “Yang selalu dijadikan dasar putusan MA. Berbicara secara hukum bahwa disitu tidak satupun putusan yang mencabut iup kita, tidak ada,” tegasnya.

Sony menambahkan dengan adanya pertemuan tadi, Dinas ESDM akan mempelajari terlebih dahulu semua dokumen yang telah diserahkan baik dari 11 perusahaan maupun dokumen PT Antam. “Kesimpulannya, ESDM akan mempelajari seperti apa masalahnya,” tutupnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •