Pertandingan Liga Santri 2018 se-Indonesia Resmi Dibuka

oleh -38 views
Ketua Panitia pelaksana LSN Region Sulawesi III, Agus Sugito (Kiri) bersama Koordinator Jaelani (kanan) saat menghadiri pembekalan LSN. Foto : Istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, JAKARTA – Pendaftaran kompetisi sepak bola U-19 Liga Santri Nusantara (LSN) 2018 yang akan digelar di awal Oktober 2018 mendatang di Kota Solo Provinsi Jawa Tengah (Jateng) resmi dibuka, Jumat (18/5).

Untuk mendapatkan satu klub terbaik, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang merupakan Regional Wilayah Sulawesi III terus melakukan sejumlah persiapan diantaranya seleksi masing-masing tim yang nantinya akan mewakili Sultra dalam mengikuti kompetisi nasional LSN 2018 di Solo.

Ketua Panitia Pelaksana LSN Region Sulawesi III, Agus Sugito mengatakan, rangkaian kompetisi di tingkat region akan diagendakan pelaksanaannya dari akhir Juni sampai akhir Agustus 2018.

Nantinya, sambung dia, Direktur Region dari Panitia Nasional LSN akan secara langsung membuka final kompetisi region Sulawesi III nantinya.

“Tahapan pra kompetisi tingkat region dimulai dengan tahap pendaftaran dari tanggal 17 Mei 2018 sampai dengan 9 Juni 2018 mendatang. Dengan schedule begitu, diharapkan agar Pondok Pesantren di Sultra bisa berpartisipasi aktif untuk segera mendaftarkan tim sepak bola santrinya melalui Panitia Pelaksana LSN Region Sulawesi III yang telah ditunjuk oleh Panitia Nasional, ” katanya saat ditemui usai menghadiri pembukaan LSN.

Saat ini, tambah Agus, pihaknya terus melakukan persiapan menuju pembukaan kompetisi di tingkat region mulai dari penyebaran dokumen pendaftaran ke Pondok Pesantren sampai pada tahap screening lokasi pertandingan.

Dikatakannya, persiapan teknis secara internal terus diupayakan termasuk juga akan membangun komunikasi dengan sejumlah pihak terkait, mulai dari Birokrasi Pemerintahan sampai SKPD, seperti PSSI Provinsi, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi dan KONI terlebih khususnya Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara yang menjadi “payung” dari persatuan Pondok Pesantren.

“Panitia terus melakukan persiapan teknis secara internal dengan selalu melakukan upaya membangun komunikasi eksternal dengan pihak-pihak terkait dalam mempersiapkan pelaksanaan kompetisi LSN ini. Dan beberapa hal sudah kami sepakati tinggal teknis pelaksanaannya nanti, ” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Region III Sultra, Jaelani mengungkapkan, tema LSN 2018 kali ini adalah “Dari Pesantren Untuk Sepakbola Indonesia”.

Kata dia, Peserta yang akan mengikuti kompetisi ini adalah para Santri yang ada di Pondok Pesantren se- Sultra setelah melalui screening seleksi oleh pihak Panitia Pelaksana Region.

“Dari data yang diperoleh pihak Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, jumlah pondok pesantren mencapai 90 Pondok Pesantren. Dari jumlah tersebut akan diseleksi menjadi 32 hingga 36 tim. Untuk pelaksanaan pertandingan nantinya, ” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, tempat akan ditentukan berdasarkan pemetaan jumlah tim peserta dengan sebaran wilayah yang ada yang meliputi zona daratan dan zona kepulauan.

“Sesuai kesepakatan Panitia Pelaksana, venue tempat untuk pertandingan akan dibagi menjadi 3 (tiga) sub region dari 17 Kabupaten Kota yang ada di Sulawesi Tenggara dengan titik sentral di 3 (tiga) Kabupaten Kota yaitu sub region I di Kota Kendari, sub region II di Konawe Selatan dan sub region III di Raha Muna, ” bebernya.

Pria yang akrab disapa Bang Jay ini menuturkan, untuk mengantisipasi agar pondok pesantren tidak mengambil atau menyewa Atlet dari luar pondok, maka Panitia telah membuat regulasi tentang persyaratan kriteria peserta.

Selain itu, kata dia, yang menjadi ruh dari pagelaran kompetisi sepakbola Santri ini adalah visi dan misi LSN yakni mengembangkan program sepakbola Santri yang berkelanjutan, professional, mandiri dan bertanggung jawab.

“Sebagai bagian dari misi dakwah yang inklusif melalui olahraga guna memperkokoh khittah kebangsaan dalam bingkai NKRI, serta mewujudkan generasi muda yang berkualitas, baik dari segi akhlak, mental dan moral serta generasi yang sehat, cerdas dan sadar akan pentingnya olahraga sepakbola, ” pungkasnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •