Pilcaleg 2019, Partai Golkar Target Jadi Partai Nomor Satu di Sultra

oleh -383 views
Ridwan Bae
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Momen pemilihan calon anggota legislatif (pilcaleg) 2019, bagi Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tenggara (Sultra) adalah kesempatan untuk kembali mendominasi perpolitikan di Sultra, setelah sepuluh tahun sebelumnya Sultra di dominasi Partai Amanat Nasional (PAN) dimasa kepemimpinan H Nur Alam.

Ditemui para wartawan di kediaman pribadinya, Jumat (22/2/2019), Ketua DPD tingkat I Golkar Sultra Ridwan Bae optimis pilcaleg tahun 2019 ini, Partai Golkar akan kembali menjadi partai politik nomor satu di Sultra.

Optimismenya ini karena Partai Golkar tidak terlalu tergantung pada sosok kepala daerah yang merangkap sebagai ketua partai politik. Seperti PAN menjadi dominan di Sultra dikarenakan sosok Nur Alam yang kala itu menjabat Gubernur Sultra, sekaligus ketua PAN Sultra.

“Saat periode pertama Nur Alam, kursi Golkar di legislatif ada sembilan kursi dan PAN tujuh kursi. Di periode kedua Nur Alam semua bupati dan wali kota dikuasai PAN sehingga mereka memperoleh sembilan kursi sedangkan Golkar cuma mendapatkan tujuh kursi,” katanya.

Ridwan Bae mencontohkan dirinya saat maju calon anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Sultra. Dia harus berhadapan dengan caleg PAN yaitu Tina Nur Alam (istri dari gubernur Nur Alam waktu itu) dan Laode Ida.

“Tapi mereka cuma mendapatkan 231 suara. Sedangkan saya seorang diri tanpa ada bantuan dari bupati dan wali kota, saya memperoleh 178 ribu suara,” tuturnya.

Apa artinya kata Ridwan Bae, saat Nur Alam memimpin partai plus menjadi gubernur saat itu, kekuatan PAN begitu besar. Tetapi perbedaan perolehan suara pilcaleg kemarin antara Golkar dan PAN cuma 50 ribuan.

Kalau perbedaan suaranya cuma seperti itu, menurut Ridwan Bae berarti kekuatan Golkar Sultra solid dimana kekuatan Golkar bukan pada pemimpin daerah.

“Kekuatan Golkar ada pada personal calegnya karena orang-orang Golkar mempunyai banyak pengalaman politik. Selain itu partai Golkar adalah partai moderat yang bernafaskan nasionalisme tidak membedakan siapapun,” tukasnya.

Laporan : Jayusman

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •