Pipa PDAM Rusak, Warga Jalan Ruruhi Krisis Air Bersih

oleh -138 views
Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kota Kendari bersama PDAM dan Dinas PU Kendari. Jumat (14/2/2020) di DPRD Kota Kendari. Foto : Jayusman/anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sejak September 2019 lalu, Warga Jalan Ruruhi, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari kesulitan mendapatkan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kendari. Krisis air bersih itu disebabkan adanya proses perbaikan jalan oleh Dinas Perkerjaan Umum (PU) Kendari yang membuat pipa PDAM mengalamiu kerusakan.

Menyikapi itu, Dewan Perawakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PDAM, dan Dinas PU Kota Kendari, Jumat, (14/2/2020). Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi II Andi Sulolipu.

Andi Sulolipu mengatakan dalam setiap perbaikan jalan yang di jalan tersebut ada saluran pipa PDAM haruslah ada koordinasi antara PU maupun Kontraktor dengan PDAM, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kerusakan pipa PDAM.

“Dinas PU, Kontraktor, dan PDAM mesti duduk bersama sehingga tidak terjadi miskomunikasi, karena yang jadi korban adalah masyarakat,” katanya.

“Kami harap PDAM dan Dinas PU diskusikan bagaimana menyelesaikan masalah ini. Kan rugi air terbuang tidak tersalurkan karena jaringan pipa rusak tapi bayaran iuran tetap ditagih ke warga, itu juga harus dipikirkan PDAM kerugian dialami pelanggan di Jalan Ruruhi,” tuturnya.

Sementara itu Direktur PDAM Damin menjelaskan dalam pengerjaan jalan khususnya Jalan Ruruhi PDAM tidak mendapat informasih dari PU maupun Kontraktor.

“Pipa PDAM boleh digali, tapi harus diamankan pipanya di tempat yang aman agar tidak rusak. Tetapi kontraktor mengerjakan Jalan Ruruhi digali tanpa informasi eksekusinya ke PDAM,” kata Damin.

Menurut Damin di Jalan Ruruhi ada 987 meter pipa saluran air. Dan yang diklaim rusak oleh kontraktor sekitar 400-an meter, dan akan diganti oleh kontraktor.

“PDAM ini penjual air. Akibat kerusakan pipa, PDAM rugi Rp 12 juta per bulan. Kedepannya, mohon kontak PDAM ketika akan mengerjakan jalan,” pintanya.

Mengenai keluhan warga Jalan Ruruhi yang tidak mendapat air bersih dari PDAM tapi tetap dilakuka penagihan tagihan air, Damin mengatakan pemutusan saluran ada yang namanya putus total dan meterannya dicabut sehingga tidak lagi di tagih. Sedangkan di Jalan Ruruhi bukan putus total tapi putus jaringan sehingga masih dikenakan tagihan.

Di tempat sama, Kadis PU Erlis Sadya Kencana berjanji akan selalu meminta pendampingan PDAM ketika pengerjaan proyek jalan atau drainase dimana terdapat pipa PDAM. Mengenai masalah selisih ganti kerusakan pipa PDAM. Dia berjanji menuntaskan biaya perbaikan pipa.

Laporan : Jayusman
Editor : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •