Plt Gubernur: 13 IUP Tambang di Lahan PT Antam Pasti Dicabut

oleh -105 views
Pelaksana tugas Gubernur Sultra, Saleh Lasata.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Tumpang tindih Izin Usaha Pertambangan (IUP) di lahan konsesi milik PT Antam Tbk hingga saat ini belum clear, walaupun Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan Nomor 225.K/TUN/2014 tanggal 17 Juli 2014 dan telah berkekuatan hukum tetap, dengan amar putusannya menyatakan bahwa pada intinya IUP PT Antam Tbk. Nomor 158 Tanggal 29 April 2010 telah dimemenangkan oleh Mahkamah Agung dan diperintahkan untuk dihidupkan kembali.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Saleh Lasata mengatakan sesuai keputusan MA 13 IUP tambang harus dicabut dari lahan konsesi milik PT Antam Tbk.

“Ya pasti dicabut, sebab amar putusannya seperti itu,” ujar Saleh Lasata kepada anoatimes.id, di Hotel Clarion Kendari, Kamis (10/8/2017).

Namun, lanjut Saleh Lasata menjelaskan untuk mengurangi ada persoalan dan implikasi lainnya, saat ini Pemerintah Provinsi telah membuat tim untuk meyelesaikan tumpang tindihnya IUP di lahan konsesi PT Antam Tbk.

“Kita bentuk tim, Saya juga tidak gegabah dengan ini sebab ini akan berimplikasi pada hukum,” katanya.

Saleh Lasata menambahkan sejauh ini tim yang dibentuk tengah melakukan pendekatan pada 13 perusahaan tambang yang IUP nya tumpang tindih.

“Saat ini tim sedang melakukan langkah pendekatan, saya usahakan dulu memanggil para mereka (13 tambang) yang bermasalah ini, kalau mereka dengan ihklas untuk selesai ya bisa,” ungkapnya.

Menurut Saleh Lasata, yang menjadi kendala ialah beralihnya Undang-undang nomor 23 tahun 2014 yang mana kewenangan menerbitkan IUP dari Kabupaten ke Provinsi.

“Bupati juga ragu-ragu, masa bupati yang cabut, harunya dia (Bupati) yang cabut kalau tidak keluar UU 23. Harusnya amar putusnya itukan diperintahkan kepada bupati untuk mencabut, semantara UU 23 sudah beralih kewenangnya ke Provinsi,” tuturnya.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi akan bekonsultasi dengan pihak Kejaksaan.

“Saya meminta dulu pendapat dari kejaksaan bagaimana baiknya, kalau memang pendapat Kejaksaan menyarankan kepada saya untuk mencabut, akan saya cabut tapi saya minta pendapat dulu,” tutupnya.

Berikut 13 perusahaan yang IUP nya tumpang tindih di lahan PT Antam Tbk :

1. CV Ana Konawe
2. CV Malibu
3.CV Yulan Pratama
4. PT Andhikara Cipta Mulia
5. PT Avry Raya
6. PT Hafar Indotech
7. PT James Armando Pundimad
8. PT Karya Murni Sejati 27
9. PT Mughni Energi Bumi
10. PT Rizqi Cahaya Makmur
11. PT Sangia Perkasa Raya
12. PT Sriwijaya Raya
13. PT Wanagon Anoa Indonesia 3

Laporan : Awi

 

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •