Polda Kejar Otak Pungli di Dikbud Sultra

oleh -80 views
Gambar : Ilustasi. Sumber : google.co.id
Gambar : Ilustasi. Sumber : google.co.id

ANOATIMES.ID, KENDARI – Beberapa saat lalu, Polda Sultra melalui Subdit III Tipikor Ditreskrimsus melakukan OTT terhadap Manager Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Andi Husbanudin. Dari tangan Andi Husbanuddin disita uang tunai Rp 62 juta yang merupakan hasil dugaan pungutan terhadap sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sejauh ini, penyidik masih terus melakukan penyelidikan untuk memburu siapa otak dari dugaan Pungli yang dilakukan Andi Husbanuddin.

Beberapa saat lalu, Penyidik telah memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Damsid. Damsid diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Tentu pemeriksaan terhadap orang nomor 1 di Dikbud Sultra itu, untuk mengejar siapa otak pungli yang memerintahkan Andi Husbanuddin.

Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh mengatakan pemeriksaan terhadap Damsid sebatas saksi. Keterangan Damsid dibutuhkan, ini berkaitan dengan proses pendataan atau verifikasi berkas yang dilakukan oleh anak buahnya waktu itu, selama menjadi ketua tim pengelola dana bos di Dikbud Sultra.

Menurut Dolfi Damsid diperiksa dan hanya memberikan keterangan normatif.

“Itu saja. Pokoknya masih kita dalami,” katanya .

Berdasarkan beberapa saksi yang diperiksa, dan pemeriksaan kepada tersangka, sebuah bukti ditemukan. Penyidik menyita dokumen fakta terkait data-data daerah lain . Seperti Kabupaten Bombana dan Kolaka.

Ada dugaan, Andi Husbanudin akan mengarah ke daerah lain setelah meminta duit kepada Kepsek di Kabupaten Muna.

“Intinya kita tetap telusuri. Kalau keterangan tersangka sih, masih itu. Kan mana mungkin pencuri ngaku,” beber Dolfi.

Untuk diketahui sebelumnnya, Andi Husbanudin ditangkap oleh tim Subdit III Tipikor dalam kendali IPTU Agustinus dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Kendari beberapa waktu lalu. Langkah Andi Husbanudin dihentikan oleh sekolompok polisi yang mengenakan seragam preman ketika Andi Husbanudin sampai di pelabuhan Kendari.

Polisi menemukan duit Rp 62 juta dari tas Andi . Berdasarkan pemeriksaan, duit Rp 62 juta itu adalah hasil permintaan yang dilakukannya kepada 23 Kepsek di Muna karena kontribusi dia mencairkan dana BOS kepada Kepsek triwulan pertama belum lama ini .

Laporan : Awi