Polda Sultra “Buru” Otak Peredaran Narkoba yang Diduga Napi Lapas Kendari

oleh -22 views
Kepala Keamanan Lapas Kelas II A Kendari, Teja
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES. ID, KENDARI – Beberapa saat lalu, Polda Sultra melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) berhasil meringkus beberapa tersangka pengedar narkoba jenis shabu-shabu di Kota Kendari.

Pengakuan beberapa tersangka, peredaran shabu tersebut dikendalikan oleh seorang narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakata (Lapas) Kelas II A Kendari. Untuk membongkar jaringan peredaran barang haram tersebut, penyidik Polda Sultra mendatangi Lapas Kelas II A Kendari untuk mencari orang yang namanya disebutkan oleh para tersangka yang lebih dahulu diringkus.

Alhasil, dari dua nama yang dicari di Lapas Kelas II A Kendari, hanya satu yang benar ada dan sedang menjalani masa hukuman, atas nama AR alias DS.

Kepala Keamanan Lapas Kelas II A Kendari, Teja saat di konfirmasi di ruang kerjanya membenarkan bahwa penyidik Polda Sultra mendatangi Lapas Kelas II A Kendari dan membawa nama dan foto yang di cari.

“Dari dua nama, hanya satu yang ada disini, inisial AR alias Ds, AR merupakan napi kasus narkoba, dan sudah menjalani masa hukuman sekitar 2 tahun,” ujar Teja, Kamis (22/2/2018).

Lebih lanjut, Teja mengatakan pihak Lapas Kelas II A Kendari akan membantu Polda Sultra dalam mengusut dan membongkar persoalan ini.

“Kami tidak ada masalah, terserah Polda mau periksa di sini (Lapas Kelas II A Kendari) atau di Polda, selama ada permohonan dan pimpinan yang izinkan tidak masalah,” katanya.

Lanjut, mantan Kepala Keamanan Lapas Kelas II B Kota Agung ini, menjelaskan pihaknya sangat mengutuk keras apabila ada napi yang benar-benar mengendalikan peredaran narkoba dari dalam Lapas.

“Disini kami ketat dalam melakukan pengawasan kepada para napi, napi tidak boleh memiliki alat komunikasi selama masih menjalani masa hukuman. Kami selalu melakukan sidak ke sel-sel napi, untuk memastikan tidak adanya alat komunikasi yang dimiliki napi. Begitupun dengan akses masuk apabila ada pengujung yang hendak menemui para napi, harus melalui pemeriksaan yang ketat dengan menggunakan alat X-Ray,” tegasnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •