Polda Sultra Diminta Jangan Berat Sebelah Tangani Kasus Tambang di Konkep

oleh -383 views
Saling dorong antara massa aksi dengan aparat kepolisian di depan Polda Sultra. Foto : Fitrah Mubaraq/anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Aksi penolakan terhadap hadirnya perusahaan tambang di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra) terus ditunjukan warga.

Mirisnya, sejumlah warga malah dilaporkan ke Polda Sultra oleh PT Gema Kreasi Perdana (GKP) yang saat ini tengah berusaha menambang di pulau yang masuk ke dalam kategori pulau kecil.

Kemarin, (Selasa, 10/9/2019) masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati, dan DPRD Konkep menolak hadirnya tambang. Hari ini pula, Rabu (11/9/2019) massa aksi yang tergabung ke dalam Perhimpunan Mahasiswa dan Masyarakat Wawonii (PMMW) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Sultra, meminta pihak kepolisian tidak berat sebelah dalam menangani laporan PT GKP terhadap warga Konkep.

“Kami meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak memihak kepada PT. GKP dalam penanganan kasus ini,” pinta salah satu orator PMMW, Juslan.

Lebih lanjut, Juslan juga meminta kepada Polda Sultra untuk menghentikan proses hukum terhadap 3 orang warga yang telah dilaporkan.

“Saya juga meminta agar kasus pelaporan 3 orang masyarakat yang dilaporkan oleh pihak perusahaan untuk dihentikan,” tuturnya.

Pantauan anoatimes.id, sempat terjadi aksi dorong antara massa aksi dengan pihak kepolisian namun situasi kembali kondusif dan sejumlah perwakilan massa aksi diterima oleh perwakilan Polda Sultra.

Panit II Subdit 4 Tipiter Polda Sultra Ipda Ridwan kepada massa aksi mengatakan tuntutan massa aksi akan disampaikan ke Kapolda Sultra.

“Insya Allah minggu depan tanggal 18 September sudah ada jawaban, kalian bisa kesini lagi temui saya,” ujarnya.

Laporan : Fitrah Mabaraq

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •