Polisi Jemput Seorang Warga Wawonii Penolak Tambang

oleh -142 views
Warga Wawonii penolak tambang, Jasmin yang dijemput polisi. Foto : Mando Maskuri for anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Pro kontra hadirnya perusahaan tambang di Kabupaten Konawe Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tenggara hingga saat ini masih terjadi. Antara masyarakat dan salah satu perusahaan tambang di Konawe Kepulauan yakni PT Gema Kreasi Perdana (GKP) sudah saling lapor ke aparat penegak hukum.

PT GKP, melalui humasnya Marlion melaporkan sejumlah warga atas dugaan perampasan hak kemerdekaan yang bermula pada tindakan masyarakat yang mengikat sejumlah karyawan PT GKP yang masuk ke lahan masyarakat menggunakan alat berat. Sedangkan masyarakat melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kendari juga melaporkan PT GKP atas dugaan pengrusakan dan penyerobotan lahan masyarakat.

Dua laporan kini telah masuk ke aparat penegak hukum. Terbaru Minggu, (24/11/2019) sekitar pukul 17.00 Wita, dikabarkan polisi melakukan penjemputan terhadap seorang warga wawonii (Kabupaten Konawe Kepulauan) yang menolak hadirnya tambang. Warga tersebut bernama Jasmin, ia dijemput polisiĀ  di kediaman saudaranya di Kota Kendari karena sudah dua kali tidak menghadiri panggilan penyidik sebagai saksi.

“Jasmin dijemput karena panggilan pertama dan ke dua tidak dihadiri. Sekitar 5 sampai 6 orang polisi datang ke rumah kakaknya di Kendari,” ujar aktivis wawonii penolak tambang, Mando Maskuri via seluler kepada anoatimes.id, Minggu malam.

Kabar penjemputan Jasmin oleh polisi juga dikuatkan dengan adanya Surat Perintah Membawa Saksi atas nama Jasmin yang tertanggal 24 November 2019. Surat itu ditandantangi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, AKBP La Ode Aries El F SIK kepada Kompol Robby Topan Manusiwa SIK.

Sebelumnya beberapa bulan lalu, pihak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyarankan Polda Sultra untuk menghentikan sementara proses hukum terhadap warga wawonii penolak tambang sampai persoalan lahan antara tambang dan PT GKP selesai.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhart yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban terkait penjemputan salah satu warga penolak tambang di wawonii.

Laporan : Tim

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •