Polisi Tetapkan 36 Orang Tersangka Dalam Kerusuhan di Buton

oleh
Aparat kemanan saat hendak membawa para terduga pelaku kerusuhan di Kabupaten Buton. Foto : Istimewa

ANOATIMES.ID, KENDARI – Situasi pasca terjadinya kerusuhan antar dua desa di Kabupaten Buton yakni Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya pada 5 Juni 2019 lalu kini sudah berangsur kondusif, puing – puing bangunan rumah yang hangus terbakar sudah mulai dibersihkan masyarakat dan aparat gabungan TNI – Polri.

Pada kerusuhan yang di picu suara knalpot bising pada malam tanggal 4 juni 2019 lalu dan kembali pecah pada ke esokan harinya telah menghanguskan 87 rumah warga dan 2 korban meninggal dunia.

Dari insiden itu, kepolisian langsung mengamankan 82 orang terduga pelaku kerusuhan, ke semuanya langsung di bawa ke Kota Kendari untuk diperiksa di Polda Sultra. Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sultra, AKBP Harry Goldenharta, Selasa (11/6/2019) mengatakan dari 82 orang terduga pelaku yang dibawa ke Polda Sultra, 36 diantarannya sudah di tetapkan sebagai tersangka.

“Hari ini sudah 36 terduga pelaku yang dinaikan statusnya menjadi tersangka, sedangkan sisanya dipulangkan,” kata Harry Goldenhart.

Lanjut, Harry menambahkan adapun pasal yang dipersangkakan pada 36 tersangka antara lain, pasal 187 KUHP tentang pembakaran dengan ancaman pidana 12 tahun, pasal 170 KUHP tentang pengrusakan secara bersama – sama terhadap barang dengan ancaman kurungan 5 tahun 6 bulan, pasal 406 KUHP ancaman 2 tahun 8 bulan dan UU darurat 12/15 tentang senjata tajam pasal 2 (1) dengan ancaman pidana 10 tahun.

“Saat ini masih terus dilakukan pengembangan, sehingga tidak menutup kemungkinan dari hasil pengembangan akan ada tersangka baru,” ujarnya.

Laporan : Awi