Polres dan Pemda Konawe Gagas MOU Perlindungan Anak dan Perempuan

oleh -2 views
Pose bersama antara Polres dan Pemda Konawe usai menggelar rapat koordinasi pencegahan kekerasan anak dan perempuan
Pose bersama antara Polres dan Pemda Konawe usai menggelar rapat koordinasi pencegahan kekerasan anak dan perempuan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONAWE – Mengingat jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan terbilang lebih tinggi dibandingkan daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) lainnya, Polres Konawe dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe saat ini tengah membuat MOU perlindungan anak dan perempuan.

MOU yang sedang digagas oleh keduanya diharapkan dapat menurunkan jumlah kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Konawe.

Kapolres Konawe, AKBP Jemi Juanidi mengatakan untuk mencegah tindakan kriminal dalam hal ini kekerasan terhadap anak dan perempuan, tidak mesti hanya dilakukan dengan sosialisasi akan tetapi memerlukan beberapa langkah-langkah pencegahan lainnya, diantaranya menggandeng Pemda yakni instansi terkait untuk ikut aktif berpartisipasi dalam melakukan pencegahan.

“Di Sultra, Polres Konawe yang paling banyak menangani kasuss PPA, bahkan setiap minggunya selalu masuk laporan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kita menggandeng SKPD terkait seperti Dinas perlindungan perempuan dan anak (DPPA), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Sosial (Dinsos) untuk melakukan rapat koordinasi upaya pencegahan, penanganan dan pemulihan, serta pemberdayaan perempuan dan anak korban kekerasan dan atau anak berkonflik hukum di wilayah Konawe, di Aula Bagops Polres Konawe, Kamis (4/5).

Di tempat yang sama, Kepala DPPA, Cici Ita Ristianti sangat menghargai dan mengapresiasi inisiatif Polres Konawe. Pihaknya bakal bekerja sama semaksimal mungkin, akan tetapi mereka masih terkendala pada keterbatasan anggaran.

“Pada waktu pembahasan anggaran, bukan kami yang membahas karena kami baru pecah dari BKKBN Bidang KB, sehingga anggaran kami pastinya sangat terbatas,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kadis Kesehatan, H. Muh. Aris. Pihaknya sangat antusias untuk mengikuti rapat koordinasi yang pertama kalinya dengan Polres untuk kasus anak di bawah umur.

“Walaupun kami tidak menangani secara langsung, namun akhirnya juga pasti sampai ke pelayanan kesehatan. Semoga terbentuknya Mou nanti, kami bisa ikut meminimalisir adanya kasus kekerasan perempuan dan anak. Apalagi, sekarang pengedar narkoba juga mulai mengincar anak SMP yang cerdas untuk mempengaruhi anak lainnya,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Konawe, Muh. Pam Sahanda, meminta adanya rumah perlindungan sosial, supaya mereka bisa menindaki dari aspek sosialnya.

Dia menambahkan, bahwa mereka juga punya dana pendampingan anak untuk kategori anak kurang mampu, terutama saat anak melalui proses hukum. Untuk itu, mereka bakal memaksimalkan dengan kerjasama dengan kepolisian.

Dari rapat koordinasi yang dilaksanakan, menghasilkan kesimpulan melakukan rapat koordinasi secara kontinue dan berkala setiap tiga bulan, untuk melakukan evaluasi.

“Sekarang kita fokuskan dulu untuk menyelesaikan draft Mou secepatnya,” ujar AKPB Jemi Juanida.

Laporan : Muhammad Andry

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •