Posting Ujaran Kebencian dan Hoax, Seorang Mahasiswa di Kendari Minta Maaf

oleh -42 views
Muhammad Sofyan saat meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya di hadapan penyidik dan disaksikan media. Foto : Awi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Entah apa yang saat itu ada dibenak Muhammad Sofyan Akbar (23), mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, sehingga dirinya membuat postingan bernuansa ujaran kebencian dan berita hoax di akun media sosial (medsos) Facebook miliknya.

Di akun medsos miliknya, Muhammad Sofyan menulis bahwa isu terorisme merupakan pengalihan isu Tenaga Kerja Asing (TKA).

Akibatnya, mahasiswa semester 8 Fakultas Ekonomi ini, harus mempertangung jawabkan postingannya dihadapan penyidik subdit 2 eksus Ditreskrimsus Polda Sultra.

Muhammad Sofyan mengaku tidak memiliki tujuan apapun dalam membuat postingan tersebut, itu hanyalah luapan kekecewannya karena akhir-akhir ini isu TKA mulai hilang.

“Tidak ada tujuan apapun, itu hanya karena saya kecewa isu TKA mulai hilang di media, saya minta maaf,” ujar Muammad Sofyan, Kamis (24/5).

Untuk itu, lanjut Muhammad Sofyan dirinya meminta maaf atas postingan yang telah ia buat, dirinya tidak akan mengulanginya lagi, dan akan membantu Polda Sultra dalam memberantas dan mencegah radikalisme serta penyebaran ujaran kebencian.

“Saya minta maaf, dan tidak akan mengulanginya lagi,” katanya dihadapan media.

Sementara itu, Kasubdit 2 Eksus Ditreskimsus Polda Sultra, AKBP Hornesto mengatakan pihaknya melihat dari sisi manfaat dimana pelaku sangat koperatif, terlebih lagi pelaku sudah meminta maaf atas postingannya, dan itu disaksikan media.

“Tidak diproses, pelaku diberikan surat pernyataan tidak akan mengulanginya, namun kita tetap pantau terus,” tutur AKBP Hornesto.

Lanjut, AKBP Hornesti menambahkan dia (Muhammad Sofyan, red) sudah bisa menjalani aktivitasnya kembali, dan mudah-mudahan dirinya membantu kepolisian mengatasi giat radikalisme.

“Mudah-mudahan dia bisa membantu kita mengatasi giat radikalisme, mengajak kawan-kawannya untuk tidak melakukan seperti itu,” tambahnya.

“Bijaklah bersosial media, gunakan untuk hal-hal positif,” imbau polisi denan dua melati dipundaknya itu.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •