Potensi Pelanggaran di Masa Tenang dan Penghitungan Suara

oleh -39 views
Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Tinggal 17 hari tersisa, tepatnya pada 27 Juni 2018 mendatang Pesta Demokrasi masyarakat Sultra akan digelar, yakni Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2018-2023.

Di sisa waktu tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sultra mendeteksi potensi pelanggaran yang dapat terjadi.

Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu memaparkan potensi-potensi pelanggaran tersebut mulai dari masa tenang hingga penghitungan suara.

Berikut potensi pelanggarannya:

  1. C6 tidak terdistribusi kepada semua pemilih yang terdaftar dalam DPT.
  2. Politik uang di masa tenang.
  3. Kampanye terselubung di masa tenang.
  4. Intimidasi kepada pemilih.
  5. Kekurang tepatan jumlah dan jenis logistik pilkada yang terdistribusi ke TPS yang akan berdampak pada sejumlah pemilih tidak bisa menyalurkan hak pilihnya.
  6. Potensi adanya orang tidak memiliki hak pilih namun ikut memilih.
  7. Potensi pemilih yang memilih lebih dari sekali.
  8. Potensi keberpihakan penyelenggara pemilu ditingkat desa/keluruhan.
  9. Potensi surat suara dirusak saat penghitungan suara.
  10. Potensi pengurangan dan penambahan suara perolehan paslon tertentu.
  11. Potensi pemanfaatan program pemerintah untuk kepentingan paslon tertentu.

Untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya potensi pelanggaran tersebut, Bawaslu Sultra mengajak seluruh masyarakat dan tim sukses untuk berpatisipasi mencegahnya, serta melaporkan semua pelanggaran pilkada kepada Panwas terdekat.

“Juga berkoordinasi kepada para pihak untuk mewujudkan pilkada damai dan demokratis,” kata Hamiruddin Udu dalam rilisnya, Minggu (10/6).

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •